Bekasi- Jabar || Temporatur.com
Masyarakat kabupaten Bekasi yang sempat dihebohkan viralnya kasus pembangunan 488 titik toilet mini hampir diseluruh sekolah dasar (SD) dan sekoah menengah (SMP) pada tahun 2021 dengan anggaran dari 196 juta – 198 juta perunitnya.
Proyek toilet dengan tenar dengan istiah proyek “WC Sultan” karena dinilai anggarannya yang fantastis dari ukuran 3×3 meter dengan banyak ditemukan spek bahan bangunan yang tidak sesuai RAB.
Pihak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membentuk tim yang akan menyidik dugaan korupsi pembangunan toilet di 488 titik di Bekasi, Jawa Barat.
Pelaksana Tugas (Plt) Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK Asep Guntur Rahayu menyatakan, kasus tersebut segera naik ke tingkat penyidikan.
Menurut Asep, KPK perlu menghitung kerugian dengan rinci sesuai dengan perbedaan wujud toilet yang dibangun dengan anggaran sekitar Rp 196-198 juta per unit.
“Karena masing-masing toilet itu ada perbedaan yang satu dengan yang lainnya. Karena tidak hanya satu vendor itu, ada beberapa vendor,” kata Asep kepada wartawan, Selasa (25/7/2023),seperti dikutip dari Tribun.com. (**)
Reporter : Lie
Biro Jakarta















