Breaking News
light_mode
Beranda » Opini » Manusia Punya Pikiran Kutu Hewan Yang Hanya Punya Nafsu

Manusia Punya Pikiran Kutu Hewan Yang Hanya Punya Nafsu

  • account_circle Slamet
  • calendar_month 37 menit yang lalu
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Temporatur.com||opini-Kita semua pasti punya teman yang seperti satu ini.Hari ini nongkrong sama kita, ketawa paling keras sama jokes kita.
Besok dia ada di tongkrongan mereka yang kemarin ngejelekin kita, ketawa paling keras juga sama jokes yang ngejelekin kita.

Itulah yang dinamakan Teman Kutu Loncat.Dia nggak punya pendirian. Dia nggak punya loyalitas. Dia cuma punya kepentingan

Di mana ada ramai, di situ dia ada.
Dia akan loncat ke tongkrongan yang lagi naik daun. Hari ini ikut kita karena kita lagi beruntung, Besok ikut musuh kita karena musuh kita lagi punya uang. Prinsipnya simple: di mana ada untung, di situ ada dia.

Nggak punya “rumah”.
Kalau ditanya “Teman dekatnya siapa?” bingung. Karena dia berteman sama semua orang, tapi nggak dekat sama siapa pun. Semua dianggap teman, tapi nggak ada yang dianggap saudara.

Pintar dan Jago cari aman.
Kalau kamu lagi konflik sama si A, dia nggak akan bela siapa-siapa. Dia bilang ke kamu “Gue di pihak lo bro”, ke si A dia bilang “Gue di pihak lo”. Dia ada di tengah, tapi bukan buat mendamaikan. Dia di tengah biar tetap aman di dua sisi.

Berita kata loncat juga.
Rahasia kamu hari ini, besok jadi bahan biar dia diterima di tongkrongan lain. “Eh tau nggak, si itu tuh…” – itu senjata dia buat numpang masuk.

Teman kutu loncat itu capek. Capek buat kita, capek juga buat dia. Karena dia harus terus pakai topeng yang beda di setiap tempat. Hari ini jadi anak motor, besok jadi anak indie, lusa jadi anak rohani. Nggak pernah jadi dirinya sendiri.

Kita nggak perlu musuhin dia. Cukup pahami aja, Dia bukan jahat, dia cuma nggak tau dalam arti setia.Dan orang yang tidak setia pada siapa pun, biasanya juga tidak setia pada dirinya sendiri.

Jika ketemu teman seperti gini, jangan pernah kasih kunci rumahmu. Kasih aja kursi tamu. Boleh duduk, tapi jangan sampai tau isi dapurmu.

Karena sikutu loncat kalau sudah kenyang, pasti dia akan loncat lagi.

KITA AMBIL HIKMANYA DALAM TULISAN INI

  • Penulis: Slamet
  • Editor: Red
  • Sumber: Slamet

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less