Advokat Rakyat Agus Salim yang tergabung dalam Serikat Pekerja Hukum Progresif (SPHP) bersama Aliansi Rakyat Guru Bersatu (ARGB) Kabupaten Donggala duduki Kantor Bupati Donggala, Kelurahan Gunung Bale, Kecamatan Banawa. Senin (6/10/2025)
Advokat Rakyat Agus Salim yang tergabung dalam Serikat Pekerja Hukum Progresif (SPHP) bersama Aliansi Rakyat Guru Bersatu (ARGB) Kabupaten Donggala duduki Kantor Bupati Donggala, Kelurahan Gunung Bale, Kecamatan Banawa. Senin (6/10/2025)
Berita Terbaru
Tag: Unjuk Rasa
Pernyataan Sikap Forum Masyarakat Indonesia Emas (FORMAS) Terkait Dinamika Pasca Unjuk Rasa ke DPR dan Pemerintah
Forum Masyarakat Indonesia Emas (FORMAS), sebuah organisasi masyarakat sipil yang terdiri dari 78 Ormas, mengeluarkan pernyataan sikap terkait dinamika pasca unjuk rasa yang berlangsung sejak 25 Agustus 2025. Pernyataan ini disampaikan sebagai respons atas insiden unjuk rasa yang menimbulkan korban jiwa dan luka.
Kodam III/Slw Gelar Patroli Gabungan Antisipasi Unjuk Rasa
Temporatur. Com Bandung, – Kodam III/Siliwangi menggelar patroli gabungan dalam rangka mengantisipasi perkembangan situasi terkait kegiatan unjuk rasa di wilayah Kota Bandung, Minggu (31/08/2025). SelanjutnyaDPP ARUN Dorong Percepatan Pembentukan DPC Bekasi Raya Lewat Mandat Awal Patroli dilakukan dengan menyisir sejumlah titik strategis dan objek vital menggunakan kendaraan panser dan taktis, sebagai bentuk kesiapsiagaan aparat TNI dalam menjaga stabilitas keamanan wilayah. SelanjutnyaIroni Penegakan Hukum: Pelapor Korupsi Sofyan Hakim Justru Jadi Tersangka, Dugaan Kriminalisasi MencuatPangdam III/Siliwangi, Mayjen TNI Kosasih, S.E., didampingi PJU Kodam III/Slw dan Dandim 0618/Kota Bandung usai rapat Koordinasi di Gedung Sate Bandung, menegaskan bahwa situasi di Jawa Barat, khususnya Kota Bandung, masih dalam kondisi aman dan kondusif. SelanjutnyaEmpat Rekening di Blokir, PT.BM Tbk di Laporkan ke Polda Metro Jaya“Untuk meyakinkan masyarakat, saya sampaikan bahwa di Bandung maupun di Jawa Barat secara keseluruhan, situasi tetap terkendali. Tidak ada hal mengkhawatirkan. Hubungan dengan aparat kepolisian pun berjalan baik, dan kami siap […]
LPKKI DKI Ingatkan Dampak Buruk Demo Anarkis: Dari Ekonomi Lumpuh hingga Korban Jiwa
Jakarta – Temporatur.com Ketua Lembaga Pengamat Kebijakan dan Kejahatan di Indonesia (LPKKI) DKI Jakarta menyerukan kepada masyarakat, khususnya di wilayah Jabodetabek, untuk menahan diri dan tidak mudah terprovokasi oleh isu maupun narasi yang diproduksi oleh buzzer yang berpotensi memperkeruh keadaan (31/08/2025) “Sudah banyak kesedihan yang kita rasakan dalam beberapa dekade belakangan ini, janganlah diteruskan lagi. Sebab akan semakin menyulitkan kita sendiri sebagai rakyat dalam membangun Indonesia,” ungkap Ketua LPKKI DKI. Ia menyoroti aksi demonstrasi yang belakangan ini berlangsung di sejumlah titik dan menimbulkan dampak serius. Menurutnya, jika situasi terus dibiarkan tanpa kendali, masyarakat akan merasakan kerugian besar, mulai dari keamanan yang terganggu, meningkatnya kejahatan, kerusakan lingkungan, hingga hancurnya fasilitas umum. “Halte busway dirusak, jalan raya berlubang akibat pembakaran ban, lampu penerangan jalan mati, roda ekonomi dan penghasilan masyarakat menurun drastis karena tidak bisa bekerja. Sentra perdagangan terpaksa tutup, bahkan ada properti pemerintah yang terbakar. Itu semua sejatinya adalah hasil dari […]
Bambang: Tunjangan DPR dan Insiden Polisi Jadi Pemicu Gelombang Unjuk Rasa
Jakarta – Temporatur.com Ketua Lembaga Pengamat Kebijakan dan Kejahatan di Indonesia (LPKKI) DKI Jakarta, Bambang, menilai gelombang unjuk rasa yang terjadi di berbagai daerah dipicu oleh sikap sebagian anggota DPR RI serta sejumlah kebijakan publik yang dianggap tidak sensitif terhadap kondisi masyarakat. SelanjutnyaIroni Penegakan Hukum: Pelapor Korupsi Sofyan Hakim Justru Jadi Tersangka, Dugaan Kriminalisasi MencuatDalam wawancara pada Jumat (29/8/2025) sore, Bambang mengatakan bahwa masyarakat, termasuk para pengemudi ojek online, merasa kecewa dan marah setelah insiden seorang pengemudi bernama Affan Kurniawan (21) tewas akibat dilindas kendaraan taktis Barracuda milik aparat kepolisian. Insiden itu diduga terjadi karena faktor kepanikan saat pengamanan aksi. “Tidak bisa dipungkiri, banyak masyarakat yang tersulut emosi. Namun saya berharap publik dapat menahan diri, karena jika keributan terus berlanjut, ekonomi bisa terganggu. Dampaknya akan meluas ke sektor kebutuhan pokok, kesehatan, pendidikan, hingga distribusi pangan,” ujar Bambang. SelanjutnyaEmpat Rekening di Blokir, PT.BM Tbk di Laporkan ke Polda Metro JayaMenurutnya, pemicu […]











