Jakarta – Temporatur.com
Ketua Lembaga Pengamat Kebijakan dan Kejahatan di Indonesia (LPKKI) DKI Jakarta menyerukan kepada masyarakat, khususnya di wilayah Jabodetabek, untuk menahan diri dan tidak mudah terprovokasi oleh isu maupun narasi yang diproduksi oleh buzzer yang berpotensi memperkeruh keadaan (31/08/2025)
“Sudah banyak kesedihan yang kita rasakan dalam beberapa dekade belakangan ini, janganlah diteruskan lagi. Sebab akan semakin menyulitkan kita sendiri sebagai rakyat dalam membangun Indonesia,” ungkap Ketua LPKKI DKI.
Ia menyoroti aksi demonstrasi yang belakangan ini berlangsung di sejumlah titik dan menimbulkan dampak serius. Menurutnya, jika situasi terus dibiarkan tanpa kendali, masyarakat akan merasakan kerugian besar, mulai dari keamanan yang terganggu, meningkatnya kejahatan, kerusakan lingkungan, hingga hancurnya fasilitas umum.
“Halte busway dirusak, jalan raya berlubang akibat pembakaran ban, lampu penerangan jalan mati, roda ekonomi dan penghasilan masyarakat menurun drastis karena tidak bisa bekerja. Sentra perdagangan terpaksa tutup, bahkan ada properti pemerintah yang terbakar. Itu semua sejatinya adalah hasil dari pajak rakyat,” tegasnya.
Lebih jauh, Ketua LPKKI juga mengingatkan bahwa korban jiwa kerap jatuh baik dari pihak aparat maupun masyarakat. Untuk itu, ia meminta masyarakat agar dapat menyampaikan aspirasi dengan cara damai tanpa harus melibatkan aksi kekerasan.
Di sisi lain, ia juga mengingatkan aparat penegak hukum agar tidak menerapkan standar kekerasan terhadap masyarakat yang menyampaikan pendapat secara damai. Aparat diminta bertindak tegas dan terukur hanya kepada provokator yang menyusup ke dalam aksi demonstrasi.
Sebagai penutup, Ketua LPKKI DKI kembali menyerukan ajakan moral kepada warga.
“Sekali lagi, mari kita bersama-sama #SelamatkanKotaJakarta, sebab aku cinta Jakarta,” pungkasnya.
RED















