Temporatur.com Sejarah, – Sebelum Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus 1945, sejumlah tokoh militer nasional pernah mengenyam pendidikan maupun bertugas di Koninklijk Nederlandsch-Indisch Leger (KNIL), angkatan bersenjata pemerintah kolonial Hindia Belanda. Pengalaman tersebut kemudian menjadi bekal penting dalam membangun sistem pertahanan nasional dan membentuk Tentara Nasional Indonesia (TNI) pada masa awal kemerdekaan. SelanjutnyaSembilan Program Kolaborasi, Kementerian ATR/BPN Tawarkan Optimalisasi Kerjasama dengan Pemda Se-LampungSalah satu tokoh yang menonjol adalah Jenderal Besar TNI (Anumerta) Abdul Haris Nasution. Ia merupakan lulusan Korps Pendidikan Perwira Cadangan KNIL di Bandung pada 1942. Berbekal pendidikan militer yang diperolehnya, Nasution berkembang menjadi ahli strategi perang yang menggagas konsep perang gerilya, sebuah doktrin yang terbukti efektif dalam mempertahankan kedaulatan Indonesia. Tokoh berikutnya adalah Letnan Jenderal TNI (Anumerta) Oerip Soemohardjo, perwira pribumi berpangkat Mayor di KNIL, salah satu pangkat tertinggi yang pernah dicapai oleh bangsa Indonesia pada masa kolonial. Setelah kemerdekaan, Oerip dipercaya sebagai Kepala Staf Umum Tentara […]
Tag: #Edukasi #Sejarah #Pahlawan #Jenderal
Tidak Ada Pos Lagi.
Tidak ada laman yang di load.











