Kades Batang-Batang Daya di Ujung Tanduk, Pernyataan di Media Dituding Warga Menutupi Dugaan Aib Desa
Pernyataan Kepala Desa Batang-Batang Daya, Naisa, yang sebelumnya mengaku tidak mengetahui adanya dugaan kasus yang menjadi perbincangan masyarakat, kembali menuai sorotan dari sejumlah warga.
Perhatian publik bermula dari informasi yang beredar mengenai seorang perempuan berusia 21 tahun yang diduga telah melahirkan seorang anak di luar ikatan pernikahan. Hingga kini, informasi tersebut masih menjadi polemik dan belum ada penetapan fakta melalui proses hukum.
Sejumlah warga mengaku proses persalinan dilakukan secara tertutup sehingga tidak banyak masyarakat yang mengetahui peristiwa tersebut. Menurut mereka, selama kurang lebih satu tahun perempuan yang dimaksud juga jarang terlihat berada di lingkungan tempat tinggalnya.
Warga kemudian mulai mempertanyakan keberadaannya. Dari informasi yang berkembang di tengah masyarakat, perempuan tersebut diduga telah melahirkan seorang bayi laki-laki dan disebut lebih banyak berada di dalam rumah. Namun, informasi tersebut masih berupa pengakuan warga dan belum dapat diverifikasi secara independen.
Sebagian warga mendesak Pemerintah Desa Batang-Batang Daya memberikan penjelasan terbuka agar tidak menimbulkan spekulasi yang semakin luas di tengah masyarakat. Mereka berharap pemerintah desa menyampaikan klarifikasi berdasarkan fakta yang diketahui.
Terkait beredarnya informasi tersebut, reporter Temporatur juga mengonfirmasi kepada Plt. Kasi Humas Polres Sumenep, IPDA Ach. Putrawardan, S.H.
“Nanti kami komunikasikan kepada pihak Polsek Batang-Batang agar menindaklanjuti temuan reporter terkait dugaan kasus yang disebut telah mengakibatkan seorang perempuan melahirkan anak,” ujarnya.
Ia menambahkan, apabila terdapat laporan atau informasi yang memerlukan pendalaman, aparat akan melakukan penyelidikan untuk mengumpulkan fakta dan keterangan sehingga penanganannya dapat dilakukan secara objektif sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
Sementara itu, sejumlah warga kembali meminta Kepala Desa Batang-Batang Daya tidak memihak kepada pihak mana pun dan memberikan keterangan secara terbuka apabila memang mengetahui informasi yang berkaitan dengan polemik tersebut.
Beberapa warga mengklaim memiliki informasi maupun bukti yang menurut mereka dapat membantu proses penelusuran. Namun, mereka mengaku masih enggan tampil sebagai pelapor secara terbuka dan berharap identitasnya tetap dilindungi apabila dimintai keterangan oleh aparat penegak hukum.
(Faisol)
















