Kali Burangkeng Sekarat, Dikepung Lindi dan Limbah Misterius
SETU – BEKASI || TEMPORATUR.COM
Tragedi ekologi di Kabupaten Bekasi memasuki babak paling kelam. Kali Burangkeng, yang dulunya adalah denyut nadi kehidupan, kini resmi berubah menjadi “selokan raksasa” bagi limbah berbahaya.
Berdasarkan rekaman amatir warga pada Jumat (6/3/2026), pemandangan mengerikan terlihat jelas air sungai berubah warna menjadi abu-abu keruh,diduga kuat akibat pembuangan limbah cair industri dari hulu yang kemudian “berkawin” dengan kucuran air lindi hitam pekat dari drainase TPA Burangkeng.
Dahulu Surga, Kini Neraka Visual
Warga senior Desa Burangkeng mengenang era 90-an dengan pilu. Saat itu, sungai ini adalah taman bermain, tempat anak-anak berenang dan lumbung ikan bagi warga. Kini? Jangan harap ada biota yang mampu bernapas. Kali ini telah menjadi zona mati (dead zone).
Ancaman Lintas Wilayah
Dampak kehancuran ini tidak berhenti di satu desa. Penelusuran menunjukkan aliran beracun ini terus merayap hingga ke Danau Cibeureum, yang ironisnya bertetangga langsung dengan kawasan elite Grand Wisata, Tambun.
Racun yang mengalir ini tidak hanya merusak pemandangan, tapi mulai merembes dan menyusup ke kualitas air tanah (sumur) milik warga di sepanjang alirannya.
Kondisi ini adalah bukti nyata pembiaran lingkungan yang sistematis.
Pertanyaannya,sampai kapan warga harus menghirup aroma busuk dan mengonsumsi air beracun sementara pengawasan lingkungan tampak tumpul?
(M2)















