Breaking News
light_mode
Beranda » Internasional » Ayatollah Ali Khamenei Dikabarkan Wafat dalam Serangan Udara di Teheran, Iran Tetapkan 40 Hari Berkabung

Ayatollah Ali Khamenei Dikabarkan Wafat dalam Serangan Udara di Teheran, Iran Tetapkan 40 Hari Berkabung

  • account_circle Suryo S
  • calendar_month Minggu, 1 Mar 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Ayatollah Ali Khamenei DikabarkanWafat dalam Serangan Udara di Teheran, Iran Tetapkan 40 Hari Berkabung

TEHERAN – Temporatur.com

Republik Islam Iran berada dalam kondisi duka mendalam sekaligus ketegangan militer tertinggi. Saluran televisi pemerintah Iran secara resmi mengonfirmasi bahwa Pemimpin Tertinggi, Ayatollah Ali Khamenei, telah meninggal dunia pada Sabtu, 28 Februari 2026.

Khamenei dilaporkan gugur sebagai martir setelah serangkaian serangan udara masif yang dilancarkan oleh Amerika Serikat dan Israel menghantam ibu kota Teheran serta beberapa kota strategis lainnya di Iran.

Mengutip laporan dari BBC International (1/3/2026), pemerintah Iran telah menetapkan masa berkabung nasional selama 40 hari. Bendera setengah tiang dikibarkan di seluruh negeri sebagai penghormatan atas kepemimpinan Khamenei yang berlangsung sejak 1989.

Serangan presisi tersebut dilaporkan mengenai kompleks kediaman Pemimpin Tertinggi.

Selain Khamenei, sejumlah anggota keluarga dekat dan petinggi militer juga dikabarkan menjadi korban dalam insiden Sabtu pagi tersebut

Menanggapi wafatnya sang pemimpin, Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) melalui kantor berita Fars News menyatakan sumpah untuk melakukan pembalasan “setimpal dan menghancurkan” terhadap aset-aset militer AS dan wilayah Israel.

Wafatnya Khamenei menandai akhir dari sebuah era penting bagi dinamika politik Timur Tengah. Sebagai sosok yang melanjutkan visi revolusi teokratis pasca-1979, kepergiannya meninggalkan celah kekuasaan yang besar di tengah ancaman perang terbuka.

Saat ini, dunia internasional tengah memantau ketat langkah yang akan diambil oleh Majelis Ahli Iran untuk menentukan suksesi kepemimpinan, sementara harga minyak global dilaporkan melonjak tajam akibat kekhawatiran gangguan keamanan di Selat Hormuz.

(Red)

  • Penulis: Suryo S

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less