DPMD Kabupaten Bekasi Percepat Transformasi Posyandu Berbasis 6 Standar Pelayanan Minimal

DPMD Kabupaten Bekasi Percepat Transformasi Posyandu Berbasis 6 Standar Pelayanan Minimal
Keterangan foto : Kepala DPMD Kabupaten Bekasi, Iman Santoso

DPMD Kabupaten Bekasi Percepat Transformasi Posyandu Berbasis 6 Standar Pelayanan Minimal

Bekasi – Temporatur.com

Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Bekasi terus mendorong percepatan transformasi Posyandu berbasis 6 Standar Pelayanan Minimal (SPM).

Langkah ini diambil sebagai upaya memperkuat layanan dasar masyarakat secara terpadu di wilayah Kabupaten Bekasi.

Hal tersebut ditegaskan oleh Kepala DPMD Kabupaten Bekasi, Iman Santoso, dalam rapat implementasi Permendagri Nomor 3 Tahun 2024 tentang Posyandu yang digelar di Gedung Wibawamukti, Komplek Pemkab Bekasi, Cikarang Pusat, pada Rabu (06/05/2026).

Dalam paparannya, Iman Santoso menyampaikan bahwa transformasi ini bukan sekadar sosialisasi, melainkan upaya pembinaan untuk meningkatkan kapasitas dan kualitas kader di lapangan.

Bacaan Lainnya

Ia menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah hingga tingkat desa.

“Dibutuhkan pemahaman yang baik serta peran aktif tim pembina Posyandu dari tingkat kabupaten, kecamatan hingga desa agar implementasi perubahan ini berjalan optimal,” ujar Iman.

Fokus pada Enam Bidang Layanan

Sesuai dengan Permendagri Nomor 3 Tahun 2024, penguatan Posyandu ke depan akan difokuskan pada enam bidang SPM, yaitu:

Pendidikan Kesehatan,
Pekerjaan Umum,Perumahan Rakyat. Ketenteraman dan Ketertiban Umum Sosial.

Iman menegaskan bahwa Posyandu tidak bisa bekerja sendiri. Kolaborasi lintas perangkat daerah sangat diperlukan agar layanan dasar tersebut benar-benar terintegrasi dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

Penguatan Data dan Kelembagaan Desa

Selain kolaborasi, DPMD memprioritaskan penguatan data administratif sebagai fondasi utama. Validasi data dinilai krusial agar setiap program yang dijalankan dapat terukur keberhasilannya.

“Kerja keras di lapangan harus dibarengi dengan data yang kuat. Jika tidak terdata dengan baik, hasilnya tidak akan maksimal,” ungkapnya.Ia juga mengingatkan bahwa kekuatan struktur di tingkat desa dan kelurahan adalah kunci. Sebagai bagian dari kelembagaan desa, Posyandu harus memiliki fondasi yang kuat di tingkat bawah untuk menopang sistem pelayanan di atasnya.

Lomba Posyandu sebagai Role Model

Sebagai langkah konkret, DPMD Kabupaten Bekasi akan menyelenggarakan lomba Posyandu di tingkat kecamatan.

Pemenang dari ajang ini akan diseleksi kembali menuju tingkat kabupaten hingga nasional.

“Kami ingin menghadirkan Posyandu percontohan yang bisa menjadi inspirasi bagi wilayah lain. Nanti akan dipilih yang terbaik untuk dijadikan role model,” jelas Iman.Menutup arahannya, Iman mengajak seluruh pihak untuk segera menyusun rencana kerja nyata di wilayah masing-masing. Ia berharap transformasi Posyandu 6 SPM ini dapat menjadikan Posyandu sebagai pusat pelayanan masyarakat yang handal dan berdampak langsung pada kesejahteraan warga Kabupaten Bekasi.

(Red)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *