Kamis, 27 Agu 2026
light_mode

Proyek Bendung BSH-0 Molor, Dinas SDABMBK Kabupaten Bekasi “Obral” Janji Digitalisasi di Tengah Penderitaan Petani

  • account_circle Suryo S
  • calendar_month Rabu, 11 Feb 2026
  • visibility 3
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Proyek Bendung BSH-0 Molor, Dinas SDABMBK Kabupaten Bekasi “Obral” Janji Digitalisasi di Tengah Penderitaan Petani

BEKASI – Temporatur. com

Dinas Sumber Daya Air Bina Marga dan Bina Konstruksi (SDA-BMBK) Kabupaten Bekasi akhirnya melontarkan permohonan maaf atas keterlambatan penyelesaian proyek Bendung BSH-0 CBL di Sukajaya . Namun, di balik kata maaf tersebut, publik disuguhi deretan janji proyek “tambahan” bermodal teknologi digital yang kontras dengan realita lapangan yang belum tuntas.

Kepala Bidang PSDA Dinas SDA-BMBK, Agung Mulya, meminta masyarakat—khususnya para petani yang sudah bertahun-tahun menanti kepastian air—untuk kembali bersabar. “Kami mohon doa dan kesabaran masyarakat,” ujarnya (10/02).

Namun, bagi ribuan petani di wilayah utara, kesabaran bukan lagi pilihan, melainkan keterpaksaan akibat manajemen proyek yang kedodoran sejak tahap pembersihan lahan.

Kontras: Fisik Belum Beres, Sudah Bicara Digitalisasi

Ironisnya, di tengah kegagalan memenuhi tenggat waktu pembangunan fisik, Dinas SDA-BMBK justru mulai memamerkan rencana pengembangan fasilitas pendukung yang terkesan ambisius.

Mulai dari sistem elektrifikasi pintu air berbasis digital hingga pemasangan CCTV real-time.

Rencana “smart dam” ini dipertanyakan urgensinya oleh sejumlah pihak. Bagaimana mungkin pemerintah membicarakan kecanggihan kontrol digital dan penataan taman, sementara konstruksi utama yang seharusnya sudah bisa mengairi 7.000 hektare sawah justru terhambat masalah klasik seperti bangunan liar dan koordinasi lapangan.

Mengejar Bayang-Bayang Teknologi di Atas Lahan Kering

Dinas SDA-BMBK juga mengklaim akan memasang trash rack dan membangun retaining wall tambahan untuk melindungi permukiman. Padahal, jika perencanaan awal dilakukan secara matang dan komprehensif, risiko pergeseran tanah maupun tumpukan sampah seharusnya sudah dimitigasi sejak kontrak pertama diteken, bukan baru direncanakan saat proyek sudah mengalami keterlambatan.
Hingga saat ini, para petani hanya bisa memegang janji.

Sementara volume air yang diklaim mencapai 200 kubik belum bisa didistribusikan secara maksimal karena delapan pintu utama bendung masih “lumpuh” alias belum berfungsi.

Publik kini menunggu: apakah Bendung BSH-0 benar-benar akan menjadi solusi ketahanan pangan berbasis digital, atau justru menambah daftar panjang proyek infrastruktur di Kabupaten Bekasi yang “gagah” di atas kertas namun lamban dalam eksekusi nyata?

(SS/Red)

  • Penulis: Suryo S

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Caleg PKS Teti Lestari Kerja Bakti Bareng Warga Bersihkan Sungai dan Keruk Lumpur

    • calendar_month Minggu, 28 Jan 2024
    • account_circle Suryo S
    • visibility 39
    • 0Komentar

    BEKASI – Jawa Barat Temporatur.com Calon anggota DPRD Kabupaten Bekasi, Teti Lestari menggelar kerja bakti membersihkan sungai, gorong-gorong dan saluran air di Desa Telagamurni, Kecamatan Cikarang Barat, Minggu (28/01/2024). Kerja Bakti dilakukan serempak bersama pengurus RT dan warga di 3 wilayah ke RW an. Selain warga, pengurus RT dan RW, anggota ormas dan insan media […]

  • Keterangan foto: Gedung BPBD Kabupaten Bekasi (ft istimewa)

    Ketua JPKP Sebut BPBD Kabupaten Bekasi Kurang Tanggap Bencana?

    • calendar_month Selasa, 4 Mar 2025
    • account_circle Suryo S
    • visibility 1
    • 0Komentar

    Deden mengatakan bahwa dirinya sudah meminta bantuan perahu karet pada hari Selasa dari pukul 10.00 pagi dan baru dikirim pada pukul 20.00 malam, sehingga percuma cetus Deden Guntara dengan rasa kecewa, Selasa 04/03/2025.

  • Ilustrasi foto

    Membangun Generasi yang Berkarakter melalui Pendidikan Berbasis Kearifan Lokal

    • calendar_month Kamis, 10 Jul 2025
    • account_circle Suryo S
    • visibility 0
    • 0Komentar

    Indonesia, sebagai negara yang kaya akan budaya dan tradisi, memiliki potensi besar untuk membentuk generasi yang berkarakter dan berbudaya. Sistem pendidikan memiliki peran penting dalam membentuk identitas dan karakter bangsa. Oleh karena itu, mengintegrasikan kearifan budaya lokal ke dalam sistem pendidikan menjadi sangat penting untuk membentuk generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki kesadaran akan nilai-nilai budaya dan kearifan lokal.

  • Harga Bitcoin Melesat: Akankah Segera Pecahkan Rekor?

    • calendar_month Kamis, 3 Jul 2025
    • account_circle Suryo S
    • visibility 1
    • 0Komentar

    Harga Bitcoin Melesat: Akankah Segera Pecahkan Rekor?

  • Dokumentasi Temporatur.com

    Merasa Dibekingi Oknum, Perjudian Gelper Binggo Merajalela di Pekanbaru 

    • calendar_month Sabtu, 23 Agt 2025
    • account_circle Suryo S
    • visibility 1
    • 0Komentar

    Investigasi elit dan survei dilapangan, tenyata gelanggang permanain yang disebut dengan istilah Gelper murni 99 % dijadikan ajang perjudian oleh oknum tepatnya Gelper Binggo

  • Audiensi Dengan Presiden ,Komunitas Melayu-Banjar Dukung Pembangunan IKN

    Audiensi Dengan Presiden ,Komunitas Melayu-Banjar Dukung Pembangunan IKN

    • calendar_month Rabu, 18 Jan 2023
    • account_circle Suryo S
    • visibility 1
    • 0Komentar

    Jakarta ||Temporatur.com “Dalam pertimbangan kami, kajian kami bersama, kita juga menilai adanya Ibu Kota Nusantara itu pilihan luar biasa untuk keseimbangan pembangunan. Jadi secara umum kita support, kita dukung adanya ibu kota baru,” jelas Ketua Panitia Muktamar Rhabithah Melayu-Banjar Syarbani Haora dalam keterangannya selepas pertemuan. SelanjutnyaMadrawi Soroti Dominasi Rian dalam Polemik Tower Polalang, Warga Pertanyakan […]

expand_less