Breaking News
light_mode
Beranda » Nasional » Berita » Ormas XTC  : 11 Bandar Obat Terlarang di Kampung Kavling PR Bagi Polres Metro Bekasi

Ormas XTC  : 11 Bandar Obat Terlarang di Kampung Kavling PR Bagi Polres Metro Bekasi

  • account_circle Suryo S
  • calendar_month Minggu, 8 Feb 2026
  • visibility 3
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Ormas XTC  :  11 Bandar Obat Terlarang di Kampung Kavling PR Bagi Polres Metro Bekasi

BEKASI – Temporatur. com

Langkah tegas Polres Metro Bekasi dalam memberantas peredaran obat keras daftar G di wilayah Kampung Kavling, Desa Cikarang Kota, Kecamatan Cikarang Utara, menuai dukungan luas.

Operasi ini menjadi angin segar bagi masyarakat, mengingat wilayah tersebut selama ini dikenal sebagai “titik merah” atau pusat transaksi obat terlarang di Kabupaten Bekasi.

Apresiasi datang dari berbagai elemen, termasuk lembaga swadaya masyarakat (LSM dan Ormas.Salah satu pengurus Ormas menyampaikan apresiasinya  atas keberanian Kapolres Metro Bekasi, Kombes Pol Sumarni, yang memimpin langsung operasi di lapangan.

“Kami sangat mengapresiasi jajaran Polres Metro Bekasi, khususnya Ibu Kapolres yang turun langsung. Ini menunjukkan komitmen kuat kepolisian dalam melindungi masyarakat dari bahaya obat keras,” ujar Yanuar salah satu pengurus Ormas XTC Kabupaten Bekasi pada Minggu, 8/2/2026

PR Masih Ada 11 ‘Bos’ Besar

Meski memberikan pujian, organisasi XTC INDONESIA KAB BEKASI tersebut mengingatkan bahwa perjuangan belum usai. Ia mendesak agar kepolisian tidak berhenti pada penangkapan pengecer, melainkan menyasar hingga ke akar-akarnya,pemberantasan ini harus menyeluruh,”tegasnya lagi.

Dikatakan Yanuar berdasarkan data dan pantauan kami, masih ada sekitar 11 os pengedar obat keras yang beroperasi di wilayah Kavling.

11 Bos pengedar obat terlarang diantara nya :

Madin
Ani
Mantek
Sidiki

nning

Suci
Amah
Hj kiyah
Baron
Hendi
Cenil

Cikarang Kota Bersih dari Obat Terlarang dan Narkotika

Senada dengan aspirasi masyarakat, Kepala Desa Cikarang Kota Rahmat Gunakan mengakui bahwa peredaran obat keras di wilayahnya sudah mencapai tahap yang sangat meresahkan. Keberadaan transaksi ilegal di Kampung Kavling dinilai telah merusak citra lingkungan dan mengancam masa depan generasi muda.

“Peredaran obat keras ini sudah sangat meresahkan warga kami. Saya sangat berharap dengan tindakan tegas dari Polres Metro Bekasi, peredaran obat terlarang ini bisa benar-benar musnah dari wilayah Desa Cikarang Kota,” ungkap Kepala Desa.

Operasi ini diharapkan menjadi awal dari pembersihan total wilayah Cikarang Utara dari segala bentuk penyalahgunaan obat-obatan terlarang, demi terciptanya lingkungan yang aman dan kondusif bagi warga.

(Red)

  • Penulis: Suryo S

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • APBD Kabupaten Bekasi Setiap Tahun Membengkak Buat Belanja Pegawai

    • calendar_month Sabtu, 18 Feb 2023
    • account_circle Suryo S
    • visibility 4
    • 0Komentar

    *APBD Kabupaten Bekasi setiap tahun Membengkak Buat Belanja Pegawai*

    Bekasi-MHB
    Kabupaten Bekasi merupakan Kabupaten yang masuk kedalam kategori Kabupaten yang memiliki APBD terbesar di Provinsi Jawa barat yang mencapai kisaran 7 Trilyun setiap tahunnya.

    Sehingga anggaran biaya belanja pegawainya mencapai angka pantastik dengan 2 Trilyun pertahun nya dan menjadi sorotan para pemerhati publik dan lembaga sosial kontrol tak terkecuali LSM Sniper Indonesia.

    Pemerhati kebijakan publik dan Ketua Umum Sniper Indonesia, Gunawan mengatakan terkait dengan keterangan Penjabat Bupati Bekasi Dani Ramdan ke media beberapa waktu lau bahwa, “hampir satu per tiga atau sekitar Rp 2 triliun dari total APBD sebesar Rp 6,6 triliun dialokasikan untuk membayar gaji ASN maupun Non ASN sampai operasional di lingkungan Pemkab Bekasi.”

    “Pegawai kita itu hampir 15 ribu ASN-nya, 15 ribu juga Non PNS-nya. Kebanyakan guru. Itu ada gajinya, ada tunjangannya, dan lainnya. Termasuk operasional dan sebagainya. Angka itu (Rp 2 triliun) tidak bisa diotak-atik.”

    Atas hal itu, Gunawan menyampaikan bahwa perlunya pengkajian mengenai berapa jumlah pegawai ASN (Aparatur Sipil Negara) betul-betul dibutuhkan dan berapa jumlah belanja pegawai yang diperlukan di pemerintahan Kabupaten Bekasi (Realnya) agar tercipta Efesiansi anggaran.

    Menurutnya, “jika satu per tiga atau sekitar Rp 2 triliun dari total APBD Kabupaten Bekasi Tahun Anggaran 2023 sebesar Rp 6,6 triliun dialokasikan untuk membayar gaji ASN maupun Non ASN sampai operasional di lingkungan Pemkab Bekasi. Sementara biaya belanja infrastruktur hanya 2 trilyun dan itupun dibagikan kepada 32 SKPD. Coba bayangkan alokasi anggaran pembangunan masih minim karena habis terkuras oleh anggaran belanja pegawai.

    “Kalau terus-terusan APBD Kabupaten Bekasi setiap tahunnya terkuras habis karena biaya belanja pegawai membengkak, lalu bagaimana untuk anggaran membangun infrastruktur gedung pendidikan dan kesehatan, jembatan maupun jalan? Sebab majunya suatu daerah karena terbangunnya akses pelayanan publik yang baik seperti pelayanan pendidikan, pelayanan kesehatan, dan pelayanan tranportasi (jalan dan jembatan). Kesemuanya itu adalah berperan penting terbangunnya masyarakat sejahtera.”

    “Pemkab Bekasi harus berani melakukan efesiensi anggaran dibelanja pegawai atau melakukan inopasi-inopasi mencari potensi potensi pendapatan daerah, baik dari retribusi ataupun pajak daerah,” pungkas Gunawan.

  • Bank Raya (AGRO) Selenggarakan RUPST 2025, Semakin Optimis Tumbuh Berkelanjutan dan Fokus Akselerasi Pertumbuhan Bisnis Digital

    • calendar_month Minggu, 29 Jun 2025
    • account_circle Suryo S
    • visibility 2
    • 0Komentar

    Bank Raya (AGRO) Selenggarakan RUPST 2025, Semakin Optimis Tumbuh Berkelanjutan dan Fokus Akselerasi Pertumbuhan Bisnis Digital

  • Mata & Partners Law Firm, Ben Boy, SH, Sambangi Dirjen Pajak klarifikasi Terkait Pajak PPh 21 Dugaan Pencatutan Nama kliennya Oleh PT. AJMI

    • calendar_month Jumat, 12 Jan 2024
    • account_circle Suryo S
    • visibility 6
    • 0Komentar

    Jakarta – Temporatur.com Ambrosius Ben Boy, SH dari Kantor Hukum Mata & Partners Law Firm bersama kliennya bernama Friska Susianthy Bakara datangi kantor Dirjen Pajak di Jl. Gatot Subroto, Jakarta, minta klarifikasi terkait pajak PPh 21 serta adanya dugaan pencatutan nama kliennya oleh PT AJMI “Kedatangan kami ke Dirjen Pajak ini, mengadukan ada beberapa hal […]

  • BRI Gunung Sahari Region 6 Perluas Kolaborasi Strategis Bersama Manajemen Rumah Sakit Husada

    • calendar_month Senin, 17 Nov 2025
    • account_circle Suryo S
    • visibility 0
    • 0Komentar

    Jakarta – Temporatur.com Dalam upaya memperkuat kemitraan dengan institusi kesehatan dan menghadirkan layanan perbankan yang komprehensif bagi dunia medis, BRI Branch Office Gunung Sahari Region 6/Jakarta 1 resmi menjalin kerja sama dengan Rumah Sakit Husada, salah satu rumah sakit swasta ternama di Jakarta. Kerja sama ini mencakup berbagai aspek layanan keuangan, antara lain penempatan dana […]

  • Jamirun Terpilih Jadi Ketua RW 32 di Perumahan Wahana Harapan

    • calendar_month Minggu, 26 Nov 2023
    • account_circle Suryo S
    • visibility 1
    • 0Komentar

    Jamirun Terpilih Jadi Ketua RW 32 di Perumahan Wahana Harapan

  • Mayjen TNI Ivan Pelealu: Ormas Perlu Perankan Penting dalam Meningkatkan Taraf Kehidupan Masyarakat

    • calendar_month Minggu, 21 Sep 2025
    • account_circle Suryo S
    • visibility 1
    • 0Komentar

    Mayjen TNI Ivan Pelealu: Ormas Perlu Perankan Penting dalam Meningkatkan Taraf Kehidupan Masyarakat Temporatur.com | Cibubur SelanjutnyaDPMPTSP Sumenep Sebut PBG Tower Polalang Terbit, Warga Minta Bupati Turun TanganMayjen TNI Ivan Pelealu menekankan peran penting Organisasi Masyarakat (Ormas) dalam meningkatkan taraf kehidupan masyarakat dan menjaga keharmonisan antara institusi dan kelembagaan negara. Dalam pertemuan dengan para kader […]

expand_less