Giliran Dugaan Gratifikasi Seleksi Direksi Perumda Tirta Bhagasasi Dilaporkan ke KPK
Laskar Merah Putih (LMP) Markas Cabang Kabupaten Bekasi bersama Organisasi Brigez menyambangi Gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk melaporkan dugaan gratifikasi dalam proses seleksi dan pengangkatan jajaran Direksi serta Dewan Pengawas (Dewas) Independen Perumda Tirta Bhagasasi.
Laporan tersebut menargetkan adanya indikasi aliran dana ilegal dalam pengisian jabatan Direktur Umum, Direktur Teknik, serta dua posisi Dewan Pengawas di tubuh perusahaan milik daerah (BUMD) Kabupaten Bekasi.
Ketua LMP Kabupaten Bekasi, Eko Triyanto, menegaskan bahwa kedatangan mereka bertujuan menyerahkan dokumen pendukung agar lembaga antirasuah segera melakukan klarifikasi dan pendalaman.
“Hari ini kami menyerahkan dokumen laporan terkait dugaan adanya aliran dana atau gratifikasi dalam proses seleksi sampai pengangkatan para petinggi di tubuh Perumda Tirta Bhagasasi,” ujar Eko di depan Gedung KPK, Jakarta, Kamis( 29/1)
Eko mendesak KPK untuk tidak tinggal diam dan segera memeriksa keabsahan proses rekrutmen dua Direksi dan dua Dewas yang baru saja menjabat tersebut.
Senada dengan Eko, Ketua Brigez Kabupaten Bekasi, Dede Khoer Effendi, mendorong KPK untuk mulai membidik klaster BUMD dalam agenda pemberantasan korupsi di wilayah Bekasi. Ia menilai saat ini adalah momentum yang tepat mengingat intensitas KPK dalam memeriksa sejumlah pejabat dan pihak swasta di Kabupaten Bekasi sedang tinggi.
“Kami meminta dan mendorong agar KPK juga segera melakukan pemeriksaan dan pendalaman pada sektor BUMD, khususnya Perumda Tirta Bhagasasi. Ini momentum untuk membuka klaster baru,” tegas Dede.
Hingga berita ini diturunkan, pihak pelapor berharap KPK segera menindaklanjuti berkas yang telah diserahkan agar praktik dugaan rasuah di lingkungan BUMD Kabupaten Bekasi dapat terungkap secara transparan.
(Red)















