Kepala DPMD Sumenep, Tidak Merespon Media, Perjalanan Kepala Desa Klke IKN Penuh Sensasi
Wajah senang terpancar dari Kepala DPMD Kab. Sumenep, Anwar Syahroni setelah menjalani perjalanan pulang dari Ibu Kota Nusantara (IKN) Kalimantan Timur.
Dikutip dari Chanel tiktoker Madura 1 atasnama Kepala Desa Tamba Agung Barat, Kec. Ambunten Kab. Sumenep, Syamsul.
Sungguh miris kegiatan yang terlihat sekedar refreshing dan menghambur-hamburkan uang Milliyaran rupiah itu terus diunggah oleh akun yang menamakan tiktoker Madura.
Unggahan yang mendapat cibiran dari para aktifis di Kab. Sumenep. Menuding kalau kegiatan Persatuan Kepala Desa Indonesia (PKDI) Kab. Sumenep hanya tebar pesona.
Mereka beranggapan tidak mencerminkan sosok pimpinan yang pro rakyat, apapun alasannya sangatlah tidak masuk akal, karena pelayanan di desa itu 24 Jam non stop, masyarakat butuh pemimpin yang merakyat, bukan memviralkan Kabupaten menuju Indonesia.
Hal diatas disampaikan oleh, pegiat sosial asal Madura yang kini tinggal di Jogjakarta, Sadamih, SH.
Kepada Media Temporatur.com, Sadamih mengaku, tindakan konyol yang sengaja dibuat itu sudah melukai rakyat, sebab kepergiaannya pasti membawa nama Desa. Padahal di Desa itu hanya butuh pelayanan.
Lalu dari IKN itu, apa hasilnya untuk masyarakatnya, tegas Sadamih. Selain itu sambungnya, Pemerintah ini hanya bisa dikritik, kebijakannya tidak boleh dilawan, makanya seringkali terjadi mata rantai pembodohan kepada Masyarakat. Ujarnya
Kepala DPMD, dan Camat itu diajungkan jempol oleh Bupati, karena telah berhasil bekerjasama dengan PKDI Kab. Sumenep, dan sukses menggelar petak umpet ke Ibu Kota Nusantara (IKN) sesuai dengan kegiatan yang gak jelas, seperti yang terlihat dalam unggahan tiktoker Madura itu.
Sangat meresahkan, dan tidak ada nilai, selain bahasanya berlepotan dan tidak mengandung narasi yang positif, untuk apa diperlihatkan ke publik, memalukan saja. Tudingnya
Seharusnya kata dia, Pemerintah menggelar acara tahunan itu dengan mengadakan kegiatan Akbar bersama masyarakat bersatu di Kab. Sumenep, dengan Sponsor utama Pemerintah Daerah bersama PKDI Kab. Sumenep.
” Program itu harus tepat sasaran dan guna, bukan hanya dinikmati oleh kepala Desa saja, kalau begitu apasalahnya yang mengatakan, pejabat penghisap keringat Rakyat ”
Sadamih, meminta agar DPMD dapat menjelaskan kepada Media, terkait kegiatan di IKN hasil dari kegiatan dan pencapaiannya, terlebih-lebih dampaknya kepada pelayanan kepada Masyarakat di Desanya.
Terutama sambungnya, mengenai anggaran transportasi ke IKN itu diambil menggunakan dana dari mana, ini harus di sampaikan ke publik, agar tidak simpang siurnya pemberitaan, dan kepala DPMD kab. Sumenep, harus bertanggungjawab. Pungkasnya.(Moh. Anwar)















