Breaking News
light_mode
Beranda » Nasional » Berita » Pengrusakan Pintu TPS 3R di Desa Aeng Panas Diduga oleh Oknum Tak Bertanggungjawab, Begini Kronologisnya

Pengrusakan Pintu TPS 3R di Desa Aeng Panas Diduga oleh Oknum Tak Bertanggungjawab, Begini Kronologisnya

  • account_circle Suryo S
  • calendar_month Rabu, 22 Okt 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Pengrusakan Pintu TPS 3R di Desa Aeng Panas Diduga oleh Oknum Tak Bertanggungjawab, Begini Kronologisnya

Sumenep, – Temporarur.com

Persoalan pekerjaan proyek TPS 3R Di Desa Aeng Panas Pragaan Kab. Sumenep, diviralkan salah satu Media online dan diduga mangkrak, sehingga menyita perhatian publik.

Syarif, Warga asli Desa Aeng Panas mengaku telah diberikan kepercayaan oleh Kepala Desa Aeng Panas untuk mengawasi lokasi areal TPS 3R di Desa Aeng Panas.

Saat ditemui Media, Syarif mengatakan jika dirinya, selalu mendapatkan telpon dari seseorang yang mengaku dari Media dan Lembaga control sosial (LSM) katanya.

” Beberapa hari yang lalu ada telpon dari salah satu media, menanyakan Kepala Desa Aeng Panas Pragaan Kab. Sumenep, kata dia nomor kontak kepala Desa tidak aktip, Saya tidak kenal mas, tapi nomor kontaknya saya simpan, kemudian dia kirim foto lokasi TPS 3R itu ke saya. ”

Menurutnya, setelah menerima kiriman foto itu, lalu saya bergegas ke lokasi dan ternyata, pintu TPS 3R itu di rusak, namun saya tidak berburuk sangka, hanya saja, peristiwa itu saya sampaikan kepada Kepala Desa. Tegasnya

” Saya kaget mas, pada saat melihat kondisi pintu tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS 3R) dirusak, setelah itu saya sampaikan kepada Kepala Desa ”

Kata Syarif, Pengrusakan itu di nilai tidak wajar, ya setidaknya kita laporkan saja, sebagai efek jera, agar tidak semena-mena terhadap fasilitas umum milik warga Aeng Panas. Jelasnya

” Apapun alasannya merusak barang atau fasilitas dari negara itu, harus di proses secara hukum, dan yang jelas prilaku anarkis itu tidak semestinya dilakukan kalau pun dianggap tidak baik dan menyalahi undang-undang seharusnya di musyawarahkan ”

Kata Syarif, Pekerjaan fisik itu pasti ada konsultan perencananya, dan pelaksanaannya tidak mungkin semena-mena, karena pasti ada pengawasannya, jadi kalaupun di duga tidak baik, bukan dengan cara merusak. Tegasnya

Ia juga mengatakan, Prilaku dan tindakan konyol itu sangat melukai dan tidak Manusiawi, mengingat negara kita itu dilindungi undang -undang, jadi sangat tindakannya itu sangat tidak terhormat.

Makanya kata dia, pelaku itu perlu diberikan pelajaran tingkat dasar dulu, diarahkan jalannya dan di ingatkan bahwa prilaku merusak fasilitas negara itu melawan negara, bukan melawan Kepala Desa. Tudingnya

Untuk diketahui, bahwa kegiatan itu tidak serta Merta terlaksana tanpa adanya pihak-pihak terkait, jadi kegiatan fisik itu dilaksanakan secara nalar dan pikiran yang terencana, bukan asal-asalan, jadi ada kajiannya juga.

Artinya, tidaklah benar jika tudingan yang menyudutkan persoalan di Desa aeng Panas itu bermasalah, makanya, duduk dulu, berdiskusi dengan Kepala Desa, Jangan menaikkan pemberitaan sepihak, agar tidak mengundang kesalahpahaman,pungkasnya.

(Moh. Anwar)‎

  • Penulis: Suryo S

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tersulut Api Cemburu Selingkuh, Terduga Pelaku D (38) Menganiaya Korban S Hingga Tewas ini Kronologinya

    • calendar_month Rabu, 5 Feb 2025
    • account_circle Suryo S
    • 0Komentar

    LANGKAT ,Temporatur.com | Pelarian pelaku pembunuhan Sujarwo berakhir di tangan polisi! Dalam waktu singkat, Polsek Padang Tualang Polres Langkat berhasil menangkap pelaku berinisial D (38 tahun), yang sempat melarikan diri hingga ke Kabupaten Kampar, Provinsi Riau. Kapolres Langkat, AKBP David Triyo Prasojo, SH, SIK, MSi, melalui Kapolsek Padang Tualang, AKP Masagus ZD, STK, SIK, MH, […]

  • Plang Disegel, Malam Dicabut Diam-Diam: DLHK Riau Diduga Main Mata dengan PKS Pencemar Sungai

    • calendar_month Selasa, 17 Jun 2025
    • account_circle Suryo S
    • 0Komentar

    Langkah Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Riau di bawah kepemimpinan Kadis baru, Embi Yarman S.Hut, TMP, kini disorot tajam oleh publik. Pasalnya, pencabutan plang segel larangan aktivitas terhadap Pabrik Kelapa Sawit (PKS) PT Rambah Samo Mandiri (PT RSM) yang sebelumnya dipasang karena pencemaran sungai menuai polemik dan menimbulkan kecurigaan publik atas dugaan intervensi atau kelalaian penegakan hukum lingkungan.

  • Keterangan foto : Ratusan warga yang tergabung dalam aliansi masyarakat Samosir menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Bupati Samosir, Jalan Rianiate, Pangururan  Kabupaten Samosir pada Kamis (22/1/2026).

    Pengadaan Mobil Dinas Rp3,1 Miliar Picu Gelombang Protes, Kantor Bupati Samosir Didemo Warga

    • calendar_month Kamis, 22 Jan 2026
    • account_circle Suryo S
    • 0Komentar

    Pengadaan Mobil Dinas Rp3,1 Miliar Picu Gelombang Protes, Kantor Bupati Samosir Didemo Warga

  • Tiga minggu kepemimpinan di Pagar Alam Kapolres apresiasi kinerja personil nya

    • calendar_month Senin, 22 Jan 2024
    • account_circle Suryo S
    • 0Komentar

    Pagaralam-Sumatera Selatan Temporatur.com Kepala Kepolisian Resor Pagaralam Polda Sumsel AKBP Erwin Aras Genda S.Ik memimpin apel pagi jam pimpinan di lapangan apel Mapolres Pagaralam, Senin (22/01/2024). SelanjutnyaJAPMI dan JaMWAs Gelar Aksi di KPK, Desak Penetapan Tersangka Baru dalam Kasus Suap Proyek BekasiApel jaman Pimpinan diikuti oleh Wakapolres, para Kabag, Kasat, Kapolsek Jajaran, Personel Polres dan […]

  • Kefas Hervin : ” Mari Kita Jadikan Pemilu yang Menyenangkan Tanpa Hoax dan Ujaran Kebencian”

    • calendar_month Minggu, 4 Feb 2024
    • account_circle Suryo S
    • 0Komentar

    Kefas Hervin : ” Mari Kita Jadikan Pemilu yang Menyenangkan Tanpa Hoax dan Ujaran Kebencian”

  • Keterangan foto: ISMAHI Jabar Gelar Seminar Nasional, Soroti Urgensi RUU KUHAP di Zaman Modern

    ISMAHI Jabar Gelar Seminar Nasional, Soroti Urgensi RUU KUHAP di Zaman Modern

    • calendar_month Sabtu, 1 Mar 2025
    • account_circle Suryo S
    • 0Komentar

    Dalam penyusunan dan pembentukan hukum materil menjadi pendorong untuk lahirnya hukum formil yang tepat sasaran. Pada prakteknya, hukum materil dalam sistem peradilan pidana adalah nyawa untuk proses menemukan kebenaran materil terhadap suatu peristiwa hukum. Sampai hari ini, Indonesia masih menggunakan hukum formil pidana yang telah berusia 44 tahun sebagai hukum acaranya. Bahwa, terhadap produk hukum tersebut, telah mengalami uji materil yang sangat banyak di Mahkamah Konstitusi. Maka, kondisi tersebut mengakibatkan Kitab Undang-undang Hukum Acara Pidana (KUHAP) terjadi tambal sulam yang tidak memberikan kepastian hukum.

expand_less