Rieke Diah Pitaloka Pertanyakan Kinerja BPS: “Data Semua Asal-Asalan”
Komisi VI DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Rieke Diah Pitaloka, melontarkan kritik tajam terhadap kinerja Badan Pusat Statistik (BPS) terkait akurasi dan validitas data yang digunakan dalam perencanaan pembangunan. Dalam pernyataannya, Rieke menyebut bahwa data yang digunakan saat ini kerap tidak mencerminkan kondisi sebenarnya di lapangan. (21/10)
“Data semua asal-asalan,” tegas Rieke saat menghadiri dialog bersama perangkat desa, termasuk Hermawan, Kepala Desa (Kades) yang turut menyuarakan keresahan serupa.
Rieke menekankan bahwa data rakyat tidak boleh lagi dikelola secara sembarangan. Ia menyoroti pentingnya perbaikan sistem perencanaan pembangunan berbasis data yang akurat dan presisi.
“Data rakyat itu tidak boleh lagi asal-asalan. Dan kita sedang memperjuangkan supaya ada yang namanya Peraturan Presiden tentang sistem perencanaan pembangunan daerah berbasis data presisi,” ujarnya.
Menurut Rieke, data presisi menjadi kunci agar kebijakan pembangunan tidak meleset dari kebutuhan masyarakat yang sebenarnya. Hal ini penting, terutama untuk pembangunan di tingkat desa.
“Supaya data di setiap desa itu menunjukkan kondisi real, kebutuhan real, dan potensi real tiap desa. Supaya rencana pembangunannya juga tidak salah sasaran,” jelasnya.
Rieke juga mengajak semua pihak, terutama pemerintah daerah dan lembaga terkait, untuk bersinergi dalam membangun sistem pendataan yang transparan, terukur, dan dapat dipertanggungjawabkan.
Pernyataan ini muncul di tengah meningkatnya sorotan publik terhadap ketimpangan data pembangunan yang berujung pada ketidaktepatan kebijakan, terutama di wilayah pedesaan.
(Red)















