Pabrik Kompor Kakak IW Jadi Sorotan, Diduga Tempat Meyakinkan Investor Food Tray

Pabrik Kompor Kakak IW Jadi Sorotan, Diduga Tempat Meyakinkan Investor Food Tray
Dok.foto: Istimewa

Pabrik Kompor Kakak IW Jadi Sorotan, Diduga Tempat Meyakinkan Investor Food Tray

Temporatur.com, Tanggerang, Banten– Sebuah pabrik kompor di Tangerang, milik S yang merupakan kakak kandung dari IW, menjadi sorotan setelah diduga digunakan untuk meyakinkan calon investor dalam bisnis pembuatan food tray. HF, seorang korban dugaan penipuan investasi, bersama kuasa hukumnya, Nancy Yuliana Sanjoto, S.H., dan sejumlah jurnalis, mendatangi pabrik tersebut pada Jum’at, (3/10/2025)

Kedatangan mereka bertujuan untuk mendapatkan tanggapan sekaligus mencari solusi kekeluargaan terkait dugaan penipuan investasi yang melibatkan IW. Menurut Nancy, IW beberapa kali mengajak HF ke pabrik tersebut untuk menunjukkan fasilitas produksi dan meyakinkan bahwa bisnis food tray hanya tinggal menunggu moulding/dies dari Cina untuk memulai produksi.

“IW mengajak klien kami ke pabrik kakaknya untuk meyakinkan. Dia menunjukkan mesin-mesin produksi dan mengatakan hanya tinggal memesan moulding dari Cina,” kata Nancy.

HF mengaku percaya dengan janji IW karena melihat langsung fasilitas produksi yang besar di pabrik tersebut. Namun, belakangan diketahui bahwa investasi tersebut diduga bodong. IW memberikan tiga bilyet giro (BG) dari PT ACE yang ternyata tidak memiliki dana yang cukup. Dua di antaranya telah ditolak saat kliring bank.

Selain itu, perjanjian investasi menggunakan nama PT ACE, namun IW bukan direktur perusahaan tersebut, melainkan istrinya, SD. Sementara itu, HF diarahkan untuk mentransfer dana ke rekening pribadi IW.

Bacaan Lainnya

Saat ini, IW sulit dihubungi dan jarang terlihat di rumah maupun apartemennya. Ketua RT setempat menyatakan bahwa IW jarang pulang, sementara istrinya berada di Jawa Timur. IW juga dikabarkan memiliki hubungan dengan wanita lain di kawasan Kalideres. Wanita tersebut mengarahkan HF dan rombongan untuk mendatangi pabrik milik kakak IW di Tangerang.

“Kami datang ke pabrik ini untuk meminta mediasi karena IW sulit dihubungi. Laporan polisi sudah kami ajukan ke Polres Bekasi dan masih dalam proses penyelidikan di Unit Krimsus,” tegas Nancy.

Pihak pabrik kompor belum memberikan tanggapan terkait kedatangan HF dan kuasa hukumnya. Kasus ini masih terus dalam penyelidikan pihak kepolisian. (SS/Red)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *