Miris!! Unit Pasar Kranji Baru Lepas Tanggungjawab Soal Sampah Berserakan di Jalan
Tumpukan sampah yang berada di beberapa titik di pasar kranji baru turut berdampak pada pedagang, dan masyarakat sekitar. Mereka mengeluhkan bau sampah, lalat, hingga turunnya omzet, hasil pantauan media temporaturdi lokasi, sekitar pukul 21.30 WIB, tumpukan sampah itu membentang sepanjang sekitar 12-15 meter. Adapun di kawasan tersebut, diapit pedagang dan penjual makanan yang berhadapan langsung dengan tumpukan sampah tersebut.
Salah seorang pedagang sayuran yang berada di dekat lokasi, mengatakan sampah-sampah tersebut sudah tak diangkut petugas selama kurang lebih tiga hari, sehingga terjadi adanya gunungan sampah dan menimbula aroma tidak sedap ujar pedagang yang namanya di rahasiakan,(Jumat malam, 15/08/2025.)
Hal senada pedagang eksis yang berada di los textil itu, mengaku terganggu dengan bau tumpukan sampah itu, kemunculan lalat gegara sampah itu, adanya tumpukan yang tidak diangkut bisa mengakibatkan timbulnya penyakit, “Ini dulu tumpukan sampah ada di 3 lokasi tempat penampungan sampah sementara, sekarang hanya tinggal 2 titik, sehingga terjadi tumpukan sampah yang luar biasa, hampir 10 meter panjangnya tumpukan, dan menimbulkan lalat-lalat hijau itu, banyak. Dulu dilokasi ini ndak ada,” keluh Pedagang kepada media temporatur.
“Dampak langsung pasti, karena baunya itu bener-bener wow banget. Omzet kita juga menurun, 50%, karena ada pengunjung nggak tahan dengan baunya,” Tumpukan Sampah di pasar kranji baru Bikin Muntah
“Semakin lama semakin banyak, dulu ndak sebanyak itu. Udah tiga hari ini kalau nggak salah (sampah tidak diangkut),” Cetus Pedagang yang namanya tidak di tulis saat ditemui media temporatur di lokasi
Pedagang pun berharap unit pasar kranji baru harus cepat tanggap adanya keluhan dari pengunjung pasar, segera menemukan cara untuk mengatasi masalah sampah yang selalu berulang. Unit pasar kranji saat di hubungi tidak aktif, sehingga kami tak tahu harus mengadukan masalah sampah ini ke siapa.
“Kita juga nggak tahu harus komplain ke mana, kalau pun ada petugas dia cuma petugas ngambil sampah, dan petugas retribusi sampah yang setiap harinya kami bayar, tapi kenapa sampah dibiarkan, saat di konfirmasi kasub kebersihan dan Unit pasar kranji tidak merespon soal sampah.
(Pepen)















