Jurnalis Temporatur.com Berikan Pengetahuan Jurnalistik kepada Santri Babussalam Sumber Payung Sumenep
Pondok Pesantren Babussalam Sumber Payung Desa Bataal Timur Kecamatan Ganding Kabupaten Sumenep menggelar acara seminar kepenulisan di lingkungan pondok pesantren.
RB. Muhammad Faisol Sadamih, S.Sos Mantan Jurnalis Harian Bangsa Jawa Timur dan Media online Temporatur.com Keperwil Jatim, menjadi Pemateri, terkait beberapa langkah inovatif menjadi Jurnalis dilingkungan Pesantren di Kabupaten. Sumenep.
Kegiatan berlangsung pada hari Jumaat, tanggal 15 Agustus 2025, di Aula Pondok pesantren Babussalam Sumber Payung, Jln. Raya Guluk-guluk No. 63 Bataal Barat Ganding Sumenep
Pada kesempatan itu, Faisol menyampaikan pentingnya menjadi seorang penulis yang professional, berwawasan tinggi dan cemerlang, serta memiliki langkah inovatif tinggi untuk berbagi ilmu dan pengetahuan.
” Membaca dan menulis adalah dua hal yang tidak bisa dipisahkan, sebagaimana makan dan minum, begitulah, para jurnalis memiliki peranan penting untuk menyampaikan risalah dan pesan moral untuk banyak orang melalui karya tulisnya”

Diketahui, Faisol pernah meniti karir menjadi penulis sejak aktif bersama-sama para pecinta Seni di Jawa Barat, belajar banyak hal dengan berbagai komunitas di Yayasan Jendela Seni Bandung dan aktifis di Sekolah Tinggi Seni Indonesia (STSI) Bandung Jawa Barat.
Pria yang kerapkali di sapa Faisol itu ternyata memiliki banyak karya tulis berupa, Antologi Puisi, Cerpen dan Novel, selain itu, juga pernah menjadi penulis frelence di salah satu Media di Jawa Barat
Bahkan diketahui, saat ini Faisol masih aktif berkarya, dan kerapkali diundang untuk menyampaikan materi Jurnalis dibeberapa lembaga pendidikan dilingkungan Kabupaten Sumenep.
” Saya ingin di Pesantren itu muncul kader-kader penulis professional yang memiliki kegemaran membaca dan melakukan riset serta penelitian dilingkungan pesantren.
Melalui kecintaan membaca dan menulis, kata Faisol, berpotensi membuka jendela hati, membuka wawasan inovatif dalam segala hal, Itulah sebabnya, membaca, mendengar dan menulis adalah kesatuan romantika seseorang, yang didalamnya tidak bisa dipisahkan dalam dunia Jurnalis,jelasnya.

” Jadi menulis itu harus dibiasakan, dengan membiasakan menulis, akan menjadi kebiasaan dan terbiasa melakukan.
“Itulah sebabnya, kenapa kita dipaksa untuk membiasakan menulis diawal karena menulis itu tidak dibutuhkan teori serius, tinggal menulis dan membaca,”itu saja, pungkasnya.
( Moh. Anwar)















