Kelompok Tani Penerima Bantuan Embong Kecil di Desa Mandala, didatangi BPP, Klarifikasi LSM Super, Zaini : Kebenaran Masih Buram!!
Buntut panjang dari persoalan Bantuan Embong kecil di dusun Karang Desa Mandala Kecamatan Rubaru Kabupaten Sumenep, belum dititik akhir.
Temuan LSM Super, Achmad Zaini itu terus dilakukan kajian lebih dalam, dan tidak akan selesai, hanya kedatangan Kordinator penyuluh pertanian (BPP) Kecamatan Rubaru ke rumah kelompok Tani Penerima Embong Kecil tersebut.
Dalam.unggahan Video berdurasi kurang lebih 10 menit itu, BPP Kecamatan Rubaru tengah mengklarifikasi ketua kelompok Tani penerima Embong Kecil dengan Pak Iyon pemilik mesin Diesel.
Video dan pernyataan sikap ketua kelompok Tani terkait tukarguling kegiatan program dan tidak transfarannya pernyataan kedua belah sikap antar kelompok Tani dan pemilik Diesel berpotensi dilaporkan.
Ahmad Zaini mengambil langkah tegas, bahwa kebenaran dari pernyataan itu masih buram, pihaknya meminta agar dilakukan sidak secara serentak, dari Dinas dan BPP termasuk Lembaga Kontrol sosial yang menemukan indikasi penyalahgunaan kewenangan bantuan bagi kelompok.
Menurut Zaini, temuannya itu adalah masalah yang berpotensi untuk dilaporkan kepada kejaksaan Negeri, agar dilakukan sidak, sebab, jika diabaikan, maka kedepannya, akan banyak persoalan yang selesai di atas meja saja, tanpa ada gelar perkara. Tegasnya
” Saya tidak mau main-main, semoga saja nanti saya diberikan kesempatan untuk bisa menggelar materi temuan saya di Kursi DPRD Kabupaten Sumenep, khususnya komisi II yang membidangi pertanian”
Tidak hanya itu, saya berharap Ketua DPRD Kabupaten Sumenep memanggil saya untuk dimintai keterangan tetkait temuan saya dibawah. Tegas Zaini
Kedepannya, saya akan lebih giat lagi melakukan pendampingan terhadap anggota kelompok yang dicatut namanya, hanya sekedar untuk kepentingan RDKK saja.
” Saya banyak mendapat keluhan dari anggota kelompok tani yang katanya anggota kelompoknya, tapi tidak tahu ketuanya mendapat bantuan program dari Dinas”.
Ia juga mempertanyakan peran serta fungsi, Gapoktandes dan Gapoktancam di berbagai wilayah di 27 Kecamatan dan 330 desa yang ada di Kabupaten Sumenep.
” Saya hanya kasihan kepada para anggota Kelompok Tani yang hanya dijadikan sapi perahan oleh ketuanya sekedar untuk mendapatkan bantuan program dari Dinas”
“Persoalan ini akan menjadi tugas saya bersama teman-teman dilingkungan Kabupaten Sumenep”,pungkasnya.
(Moh. Anwar)















