Breaking News
light_mode
Beranda » Nasional » Berita » Rakernas Ketenagakerjaan 2025: Gerakan Buruh Serukan UU Baru Pengganti Omnibus Law yang Lebih Adil

Rakernas Ketenagakerjaan 2025: Gerakan Buruh Serukan UU Baru Pengganti Omnibus Law yang Lebih Adil

  • account_circle Suryo S
  • calendar_month Rabu, 25 Jun 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Kota Bandung – temporatur.com

Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Ketenagakerjaan tahun 2025 yang berlangsung pada 24–26 Juni di Jakarta menjadi momen penting bagi konsolidasi nasional gerakan buruh. Forum ini tidak hanya memperkuat arah perjuangan buruh, tetapi juga secara tegas menyerukan kepada pemerintah dan DPR untuk segera menyusun undang-undang ketenagakerjaan baru yang lebih berpihak kepada pekerja serta menjunjung tinggi nilai-nilai konstitusi.

Rakernas ini diikuti oleh lebih dari 350 peserta dari seluruh Indonesia, mulai dari Medan hingga Papua. Para peserta terdiri dari berbagai elemen gerakan buruh nasional, organisasi struktural, dan sayap-sayap buruh lintas sektor. Mereka hadir dengan satu semangat: merumuskan program ketenagakerjaan yang inklusif, relevan, dan berkelanjutan.

Salah satu sorotan utama dalam Rakernas adalah penegasan kembali atas instruksi nasional 31 Oktober 2014, yang menyerukan perlunya regulasi ketenagakerjaan baru. Forum ini juga menyoroti dampak negatif dari pengesahan Undang-Undang Cipta Kerja (Omnibus Law) tahun 2020, yang banyak dinilai publik sebagai kebijakan yang melemahkan perlindungan terhadap pekerja.

“Undang-undang ke depan harus mencerminkan keadilan sosial dan bisa diterima oleh semua pihak. Kita tidak ingin mengulang luka lama saat Omnibus Law disahkan. Kini saatnya kita membangun ulang dari bawah,” ujar R. Abdullah, Ketua Umum FSP KEP SPSI, saat ditemui di sela forum Rakernas.

Ia menegaskan bahwa Pasal 27 ayat (2) UUD 1945, yang menyatakan bahwa setiap warga negara berhak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak, harus menjadi fondasi utama dalam setiap proses legislasi ketenagakerjaan. Abdullah juga menambahkan bahwa negara wajib hadir untuk memberikan perlindungan nyata terhadap pekerja, bukan sekadar menjadi fasilitator pasar tenaga kerja.

Rakernas 2025 menegaskan bahwa forum ini bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan menjadi panggung perjuangan politik buruh dalam memperjuangkan aspirasi dan hak konstitusional pekerja. Para peserta juga mendesak agar penyusunan regulasi baru dilakukan secara partisipatif, transparan, dan menyertakan suara pekerja dari lapangan.

“Ini bukan semata isu buruh, tapi soal masa depan bangsa. Regulasi yang kuat akan berdampak pada stabilitas sosial dan ekonomi nasional,” pungkas Abdullah.

Dengan semangat kolektif dan rekomendasi strategis yang dihasilkan, Rakernas Ketenagakerjaan 2025 diharapkan menjadi titik balik perjuangan buruh dalam mewujudkan sistem ketenagakerjaan yang adil, manusiawi, dan konstitusional bagi seluruh rakyat Indonesia.

Widya

  • Penulis: Suryo S

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kelompok Tani Minta Ukur Ulang Lahan HGU PT Amal Tani

    • calendar_month Selasa, 27 Mei 2025
    • account_circle Suryo S
    • 0Komentar

        SelanjutnyaKendaraan Siaga Desa Jasinga Telat 5 Tahun Bayar Pajak, Pengawasan Aset Desa Inspektorat Kabupaten Bogor Dinilai Lemah  LANGKAT,Temporatur.com | Persoalan lahan HGU PT. Amal Tani yang dipermasalahkan oleh masyarakat Kecamatan Sirapit Kabupaten Langkat terus bergulir walaupun PT. Amal Tani sudah mengantongi putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap terhadap penguasaan lahan HGU.   Kali ini, […]

  • Keterangan foto : Puan Maharani Ketua DPR RI

    Puan Maharani Sentil Hoaks RUU Perampasan Aset: Sengaja Dibuat untuk Diskreditkan DPR

    • calendar_month Rabu, 22 Jul 2026
    • account_circle Suryo S
    • 0Komentar

    Puan Maharani Sentil Hoaks RUU Perampasan Aset: Sengaja Dibuat untuk Diskreditkan DPR

  • Keterangan foto: Gubernur Jabar Dedi Mulyadi saat menyambangi siswa pendidikan karakter Gapura Panca Waluya atau yang dikenal dengan pendidikan bela negara,

    Orang Tua Siswa Apresiasi Pendidikan Karakter Bela Negara Jawa Barat

    • calendar_month Selasa, 20 Mei 2025
    • account_circle Suryo S
    • 0Komentar

    Gubernur Jabar Dedi Mulyadi saat menyambangi siswa pendidikan karakter Gapura Panca Waluya atau yang dikenal dengan pendidikan bela negara,

  • Foto Istimewa

    Terdakwa Kasus Bulldozer dihukum 4 Tahun,Kuasa Hukum Tidak Menerima Salinan Putusan MA ?

    • calendar_month Senin, 16 Okt 2023
    • account_circle Suryo S
    • 0Komentar

    BEKASI – JABAR || TEMPORATUR.COM Dalam persidangan di pengadilan negeri Bandung pada 26 Oktober 2022 terungkap bahwa saudara Dody Agus Suprianto tidak terbukti menerima aliran dana dari pihak manapun, bahkan saksi ahli dari BPKP menyatakan tidak ada aliran dana kepada saudara Dody. SelanjutnyaDirektur PT Limasland Realty Jadi Tersangka Investasi BodongKuasa Hukum terdakwa Dody Agus Suprianto […]

  • Kemlu Berhasil Pulangkan 400 WNI Terduga Korban TPPO Online Scam dari Myanmar

    • calendar_month Selasa, 18 Mar 2025
    • account_circle Suryo S
    • 0Komentar

    Setelah upaya yang tidak mudah untuk melewati wilayah konflik dan menyeberangi batas Myanmar – Thailand, Tim Perlindungan WNI Kementerian Luar Negeri, dibantu oleh KBRI Yangon dan KBRI Bangkok hari ini (18/3) telah berhasil memulangkan 400 WNI terduga korban TPPO terjerumus jaringan online scam dari Myawaddy, Myanmar. 400 WNI terduga korban TPPO ini diterbangkan dengan dua pesawat dari Bandara Don Mueang Bangkok dan telah tiba di Bandara Soekarno-Hatta. Sekitar 154 WNI sisanya direncanakan tiba besok, 19 Maret 2025 juga melalui Bandara Soekarno-Hatta. Dengan demikian, total WNI terduga korban TPPO yang dipulangkan berjumlah 554 orang dengan 449 laki-laki dan 105 perempuan.

    Menteri Luar Negeri Sugiono menyambut kloter pertama pemulangan WNI tersebut di Bandara Soekarno-Hatta. “Upaya repatriasi WNI ini merupakan arahan Presiden Prabowo untuk melakukan perlindungan dan penyelamatan WNI yang mengalami masalah di luar negeri,” papar Menlu Sugiono.

  • Aksi Walkout Warnai Sidang Putusan Gugatan Rekam Jejak Capres

    • calendar_month Kamis, 21 Des 2023
    • account_circle Suryo S
    • 0Komentar

    Jakarta – Temporatur.com Mahkamah Konstitusi (MK) kembali menggelar sidang putusan perkara 134/PUU-XXI/2023 uji materiil Undang-undang Nomor 7 tahun 2023 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah pengganti Undang-undang Nomor 1 tahun 2022 tentang Perubahan atas Undang-undang Nomor 7 tahun 2017 tentang Pemilihan Umum. Dalam Amar Putusannya, Hakim MK menolak permohonan para Pemohon untuk seluruhnya. SelanjutnyaRest Area BKG Irigasi […]

expand_less