Breaking News
light_mode
Beranda » Ekonomi & Bisnis » BINUS UNIVERSITY Buka Beasiswa Faculty of Humanities melalui Talent Scouting

BINUS UNIVERSITY Buka Beasiswa Faculty of Humanities melalui Talent Scouting

  • account_circle Suryo S
  • calendar_month Senin, 17 Feb 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta – Temporatur.com 

Penguasaan bahasa dan budaya asing menjadi penting bagi generasi muda di era globalisasi yang semakin kompleks. Kemampuan berbicara dengan berbagai bahasa tidak hanya berfungsi sebagai alat komunikasi, tetapi juga membuka wawasan budaya yang kaya dan mendalam serta peluang untuk memahami dunia secara lebih luas. Melihat pentingnya hal ini, BINUS University membuka program beasiswa khusus untuk jurusan Global Business Chinese, Japanese Popular Culture, dan Creative Digital English melalui Talent Scouting Scholarship untuk mencari siswa yang memiliki bakat dan minat di bidang bahasa  asing, komunikasi bisnis lintas budaya, konten kreator, marketing digital dan industri kreatif dunia global.

Sebagai salah satu institusi pendidikan terkemuka di Indonesia, BINUS University terus mendukung generasi muda yang memiliki bakat dan passion di bidang bahasa. Dengan metode talent scouting, BINUS University menilai bukan hanya dari segi akademis, tetapi juga dari minat, bakat, dan karya bahasa yang pernah dihasilkan oleh calon mahasiswa. Melalui program ini, diharapkan mahasiswa dapat berkembang secara maksimal dan menjadi kontributor di bidang bahasa, baik di skala nasional maupun internasional.

Berikut persyaratan Beasiswa Talent Scouting BINUS University 2024:
Global Business Chinese, memiliki nilai rata-rata Bahasa Mandarin >85 untuk setiap semester di program Sekolah Menengah Atas (kelas 10 – 12).
Japanese Popular Culture, memiliki nilai rata-rata Bahasa Jepang >85 untuk setiap semester pada program Sekolah Menengah Atas (kelas 10 – 12).
Creative Digital English, memiliki nilai rata-rata Bahasa Inggris >85 untuk setiap semester di program Sekolah Menengah Atas (kelas 10 – 12).

Ditambah dengan berbagai manfaat menjadi penerima beasiswa bahasa di BINUS University salah satunya sebagai penerima beasiswa bahasa, mahasiswa akan memperoleh pembebasan biaya kuliah sesuai dengan ketentuan yang berlaku dalam program.

Kesempatan emas ini membuka jalan bagi calon mahasiswa untuk berkembang sebagai ahli bahasa yang mampu mengapresiasi dan menyuarakan keanekaragaman budaya dunia. Program talent scouting yang dibuka sampai 20 Februari 2025 ini menunjukkan komitmen BINUS University untuk menemukan talenta-talenta berbakat yang siap berkontribusi di dunia bahasa Indonesia dan global. Daftarkan diri Anda segera dan jadilah bagian dari program beasiswa bahasa BINUS University yang membuka jalan untuk masa depan yang cemerlang.

Untuk info lebih lanjut, klik link berikut.

Press Release ini juga sudah tayang di VRITIMES

  • Penulis: Suryo S

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Keterangan: Iskandar Sitorus, Sekretaris Pendiri Indonesian Audit Watch (IAW). [dok:ist]

    SP3 Bukan Vonis, Terlihat Ketika Kejaksaan Agung Melanjutkan Perkara yang Dihentikan KPK karena Alasan Audit

    • calendar_month Jumat, 30 Jan 2026
    • account_circle Suryo Sudharmo
    • 0Komentar

    Jakarta – Temporatur. com Sebuah penggeledahan yang mengguncang narasi SelanjutnyaACPAI: Istilah “Wartawan Bodrex” Jangan Jadi Stigma untuk Membungkam Kritik PersPada suatu pagi, penyidik dari Kejaksaan Agung Republik Indonesia mendatangi sejumlah lokasi. Bukan lokasi biasa. Salah satunya adalah rumah seorang mantan menteri yang pernah memegang tampuk kekuasaan pada periode 2019-2024. Lokasi lain adalah kediaman seorang anggota […]

  • Indonesia di Ambang Risiko Sistemik: Benahi Fondasi Industri dan Hapus Pajak Siluman

    • calendar_month Rabu, 16 Jul 2025
    • account_circle Suryo S
    • 0Komentar

    Perekonomian Indonesia menghadapi risiko sistemik jika pemerintah tak segera mengatasi masalah struktural. Kebergantungan pada impor murah dari Tiongkok mematikan industri dalam negeri, sementara praktik pajak siluman membebani dunia usaha. Hal ini disampaikan pengamat ekonomi STIE YKP Yogyakarta, Aditya Hera Nurmoko, dan pengamat hukum dan pembangunan, Hardjuno Wiwoho. Selasa (15/7/2025) di Jakarta.

  • Unit Reskrim Polsek Tanah Abang Amankan Dua Orang Terduga Pelaku Pencurian Sepeda Motor

    • calendar_month Minggu, 29 Okt 2023
    • account_circle Suryo S
    • 0Komentar

    PALI – Sumatera Selatan Temporatur.com Pelarian dua terduga pelaku spesialis pencuri sepeda motor diwilayah kecamatan Tanah Abang kabupaten PALI, berakhir dibalik jeruji besi Polsek Tanah Abang. Kedua terduga pelaku tersangka kasus dugaan tindak pidana pencurian dengan pemberatan ini bernama Andika (35) warga asal Dusun I Desa Suka Manis, Kecamatan Tanah Abang kabupaten PALI. Sedangkan yang satunya […]

  • Tim Gabungan Berjibaku Memadamkan Api Didesa Sukarami

    • calendar_month Sabtu, 7 Okt 2023
    • account_circle Suryo S
    • 0Komentar

    Tim Gabungan Berjibaku Memadamkan Api Didesa Sukarami

  • Horor Dibalik Seruan “Bersiap!

    • calendar_month Minggu, 18 Jan 2026
    • account_circle Suryo Sudharmo
    • 0Komentar

    Sejarah kemerdekaan Indonesia tidak hanya diwarnai dengan diplomasi meja bundar dan pekik merdeka, tetapi juga sebuah fase kelam yang dikenal sebagai “Zaman Bersiap”. Periode singkat namun penuh darah antara September hingga November 1945 ini menjadi trauma mendalam, khususnya bagi warga Belanda dan keturunan Indo-Eropa di tanah air.

  • Miahan Khan, Desersi Demi Bergabung ke Batalyon IV Tirtayasa Siliwangi

    • calendar_month Selasa, 20 Jan 2026
    • account_circle Suryo Sudharmo
    • 0Komentar

    Sejarah, – Temporatur.com || Meninggalkan seragam Inggris demi sebuah keyakinan iman, Miahan Khan memilih Indonesia sebagai tanah air keduanya. Dari memanggul senjata di belantara Bogor hingga membangun jalan di Malasari, ia adalah “Mihang” yang tak mau pulang. Di penghujung tahun 1945, udara Jakarta dan Bogor terasa pengap oleh bau mesiu dan ketegangan yang memuncak. Di […]

expand_less