Breaking News
light_mode
Beranda » Nasional » Berita » Daerah » Pekerja Telekomunikasi BTS, Dipalak Preman di Tambun Utara

Pekerja Telekomunikasi BTS, Dipalak Preman di Tambun Utara

  • account_circle Suryo S
  • calendar_month Jumat, 16 Feb 2024
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Temporatur.com

Kabupaten Bekasi –  Oknum Preman di Kabupaten Bekasi kembali berulah, Pekerja Telekomunikasi jadi incaran pemalakan, Aparat Penegak Hukum harus Tegas Basmi Premanisme di Kabupaten Bekasi. Berawal dari dua orang pekerja Jaringan Telekomunikasi BTS yang akan melaksanakan pekerjaan kontrol di area tower BTS di wilayah Tambun Utara Perumahan Villa Mutiara Gading 2 Kabupaten Bekasi. Kedua pekerja tersebut menceritakan kejadian yang di alaminya.

BTS adalah singkatan dari Base Transceiver Station atau stasiun pemancar. BTS kadang juga disebut sebagai Base Station (BS) dan Radio Base Station (RBS). BTS adalah salah satu bentuk infrastruktur telekomunikasi yang berperan sangat penting dan VITAL, bila terjadi gangguan pada tower BTS satu wilayah area jangkauan signal akan terputus komunikasi dan menghambat segala bidang pekerjaan.

Pekerja jaringan tower BTS didatangi dua orang yang mengaku orang sekitar dan langsung minta sejumlah uang dan minta di belikan roko, tanpa pikir panjang seorang dari pekerja tersebut melontarkan pertanyaan maksud dan tujuan orang itu meminta uang. Tak mendapat penjelasan dari preman tersebut iya malah mengancam meminta uang 500 ribu besok jumat 15/2/2024 untuk jatah kedua orang tersebut.
“Beliin gw roko sekarang, tegasnya. Kalo Ga gw minta jatah juga, besok gw minta 500 ribu, sama gw besok ceritanya beda, gw minta uangnya sama perusahaan loe, gw orang sini kenapa emangnya”. Ketus salah seorang preman tersebut.

Tak hanya melakukan intimidasi pemalakan, salah seorang pelaku mengaku juga sebagai Wartawan dan mempunyai belasan tanda pengenal wartawan. “Kalo cuma media mah gw punya banyak setumpuk ID Card gw.” Ketusnya.

Mendapat sambutan yang membuat kaget, pekerja telekomunikasi tersebut telah berkoordinasi kepada pihak perusahaan dan akan membawa ke jalur hukum bila terjadi hal-hal yang tidak di inginkan, pekerja tersebut juga telah berkoordinasi dengan pihak kepolisian dan akan melakukan tindakan tegas bila terjadi kembali pemalakan tersebut.
“Kalau datang lagi, hubungi polsek terdekat biar di jemput” Pungkasnya.

Kejadian seperti ini di Kabupaten Bekasi sudah berapa kali terjadi, terakhir yang viral terjadi di Blokang, Sukatani, Kabupaten Bekasi tahun 2023 lalu dan berakhir ditangkapnya preman tersebut.

Dengan masih banyaknya kejadian premanisme di Kabupaten Bekasi aparat penegak hukum diminta untuk tegas memberantas premanisme tersebut.**

  • Penulis: Suryo S

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less