Ketua Umum RAGAM : Usut Tuntas Terkait Dugaan Pengeroyokan Relawan Rumah Ganjar – Mahfud di Boyolali

Ketua Umum RAGAM : Usut Tuntas Terkait Dugaan Pengeroyokan Relawan Rumah Ganjar – Mahfud di Boyolali

Boyolali – Jateng || Temporatur.com

Ketua Umum Relawan Rumah Ganjar Mahfud atau RAGAM, KH Ahmad Gufron mengecam tindakan penganiayaan yang diduga dilakukan oleh oknum TNI terhadap pendukung calon presiden Ganjar Pranowo di Boyolali, Jawa Tengah.

Kyai Gufron sebagai tokoh Nahdlatul Ulama (NU) mendukung upaya penegakan hukum yang adil terhadap oknum TNI yang diduga terlibat dalam insiden ini. Ia berharap agar proses hukum dilakukan dengan transparan dan obyektif. Selain itu, Kyai Gufron juga mendoakan kesembuhan bagi korban pengeroyokan tersebut dan menekankan pentingnya pemulihan trauma yang dialaminya.

 

KH.Ahmad Gufron Ketua Relawan Rumah Ganjar - Mahfud (Ragam)
KH.Ahmad Gufron Ketua Relawan Rumah Ganjar – Mahfud (Ragam)

 

Dalam pandangan Kyai Gufron, kejadian ini harus dijadikan catatan penting bagi Panglima TNI. Ia menegaskan bahwa TNI harus menjunjung tinggi Sapta Marga serta melindungi dan mengayomi rakyat. Tugas utama TNI adalah merawat keutuhan dan keamanan negara, tanpa memihak kepada pihak manapun.

Bacaan Lainnya

“Kami meminta mengusut tuntas atas kejadian tersebut,jika benar dugaan pengeroyokan terjadi, proses hukum seadil-adilnya harus ditegakkan, tegas, KH.Ahmad Gufron, Munggu, (31/12/2023).

KH.Ahmad Gufron yang juga selaku Ketua Dewan Pembina Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI), mendoakan korban pengeroyokan agar cepat pulih dan kejadian di Boyolali harus menjadi catatan bagi Panglima TNI.

“Semoga Korban segera sembuh pulih seperti sediakan,harus ada pengobatan trauma yang dialami korban.

Bahwa TNI harus tegak lurus kepada negara bukan partisan, TNI sebagai penjaga pertahanan negara harus mampu menjunjung tinggi Sapta Marga dan mengayomi rakyat, karena TNI adalah anak kandung rakyat, cetus KH.Ahmad Gufron, seperti dikutip dari Kabar65news.com

Sekjen PDIP, Hasto Kristiyanto juga mengecam insiden ini dan meminta agar kasus tersebut diusut tuntas. Ia menyatakan bahwa tidak boleh ada pemilihan umum yang berlangsung dengan kekerasan, dan aparat penegak hukum harus bertindak secara adil dan profesional.

“Kami meminta untuk seluruh aparat penegak hukum untuk tidak tebang pilih dan mengusut tuntas, karena pemilu ini harus berjalan dengan lancar, ucap Hasto.

Dikatakan Hasto “menyampaikan suatu rasa duka cita yang mendalam mengingat mulai terjadi tindak kekerasan dari relawan perjuangan demokrasi menjadi korban dari berbagai bentuk kelompok yang tidak bertanggung jawab, ujarnya, di Djakarta Theater, Sabtu (30/12/2023).

Sementara itu,saat di konfirmasi wartawan, Kapuspen TNI Brigjen Nugraha Gumilar membenarkan adanya peristiwa tersebut ,namun dirinya belum merinci kronologi dan penyebab pengeroyokan tersebut, tetapi Nugraha memastikan okmum prajurit yang teribat sudah diproses.

“Iya bener ,Oknum tersebut saat ini dalam proses pemeriksaan Denpom Surakarta, kronologi kejadian masih dalam penyelidikan, terangnya. (Red)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *