Peringati HUT ke-81 Kemerdekaan RI, KDM Bertekad Optimalkan Layanan Dasar kepada Masyarakat
*KOTA BANDUNG -* Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) tingkat Provinsi Jawa Barat untuk pertama kalinya dilaksanakan di halaman Gedung Sate, Senin (17/8/2026). Ada yang berbeda pada peringatan HUT RI kali ini, yakni masyarakat diperbolehkan melihat secara dekat pelaksanaan upacara, terutama ketika pertujukkan defile.
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi bertindak sebagai inspektur upacara. Pada kesempatan tersebut, KDM, sapaan akrab Dedi Mulyadi, meminta maaf kepada masyarakat Jawa Barat karena belum bisa memerdekakan seluruh rakyat.
Hal itu ditujukkan dari masih ada 80.000 lebih warga yang belum teraliri listrik. Padahal Jabar merupakan pusat energi listrik, di antaranya pembangkit listrik tenaga air (PLTA) di Waduk Cirata dan PLTA di Waduk Jatiluhur. Jawa Barat juga memiliki pembangkit listrik tenaga panas bumi.
KDM berjanji, pelayanan dasar yang belum didapat sejumlah rakyat akan segera difasilitasi. Untuk mewujudkannya, Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Jabar akan difokuskan untuk pemenuhan layanan dasar kepada masyarakat.
“Tidak boleh ada rakyat yang masuk ke rumah sakit, pulangnya hutang karena tidak mampu membayar. Tidak boleh ada rakyat yang operasi caesar, KTP ditahan rumah sakit karena tidak mampu bayar,” ujar KDM.
Ia mengajak seluruh pihak, seperti Kepolisian, TNI, Pengadilan, dan instansi daerah untuk mewujudkan masyarakat yang merdeka, berdaulat, adil dan makmur.
KDM pun mengaku rela berkorban agar seluruh masyarakat Jabar merdeka. Beberapa hal yang telah dilakukan yakni menunda membeli baju baru dengan uang negara dan menunda membeli properti untuk rumah dinas menggunakan uang negara.
“Seluruh penundaan itu untuk mengangkat derajat supaya pendidikan masyarakat Jabar meningkat, minimal 12 tahun. Agar masyarakat Jabar kesehatannya meningkat, ekonomi meningkat, memiliki kesempatan kerja,” kata KDM.
Ia meminta para penyelengara negara untuk mengikuti langkahnya memberikan yang terbaik bagi masyarakat. Bukan sebaliknya, banyak menuntut kepada negara.
“Jangan berpikir kenaikan tunjangan, menuntut fasilitas, padahal sudah besar. Kita harus malu. Harusnya kita membangun rasa adil pada seluruh rakyat,” ujar KDM.
Pada HUT Kemerdekaan RI tahun ini, KDM juga bertekad untuk memerdekakan generasi muda dari hal-hal yang merusak, seperti obat terlarang.
*Masyarakat antusias*
Pelaksanaan upacara Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di halaman Gedung Sate yang memberi ruang lebih bebas kepada masyarakat disambut antusias masyarakat. Salah seorang warga dari Soreang, Maryam kaget saat KDM mempersilakan masyarakat maju mendekati panggung tamu upacara agar bisa melihat pertunjukkan defile secara dekat.
“Biasanya penjagaan ketat, saya kaget pas warga bisa lihat lebih dekat defile,” ucap Maryam.
Ia pun bangga karena bisa menginjakkan di halaman Gedung Sate. Biasanya Gedung Sate dibuka secara terbatas bagi masyarakat.
“Setelah dibuka seperti ini lumayan bangga karena bisa menginjakkan kaki di Gedung Sate sebagai rakyat biasa,” kata Maryam.
Kebanggaan serupa juga dirasakan Tini, warga Pasirkoja. Sebelumnya, ia belum pernah masuk ke halaman Gedung Sate.
“Bangga tahun ini bisa masuk karena sebelumnya berdiri di luar Gedung Sate saja,” ujar Tini.
Ia pun senang karena anaknya bisa melihat barisan tentara, polisi hingga penyapu jalan baris-berbaris saat defile. Tak hanya itu, Tini juga bersemangat bisa melihat KDM secara dekat.
(Nellis)
















