Dugaan Ijon Proyek Teknologi Aplikasi PDAM Tirta Bhagasasi Mencuat, Bambang Klaim Uang Rp 500 Juta Milik Pribadi

Dugaan Ijon Proyek Teknologi Aplikasi PDAM Tirta Bhagasasi Mencuat, Bambang Klaim Uang Rp 500 Juta Milik Pribadi
Keterangan foto: Puluhan perwakilan warga Desa Jayasampurna, Kecamatan Serang Baru, Kabupaten Bekasi, menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor PDAM Tirta Bhagasasi, pada Selasa (9/12/2025) .

Dugaan Ijon Proyek Teknologi Aplikasi PDAM Tirta Bhagasasi Mencuat, Bambang Klaim Uang Rp 500 Juta Milik Pribadi

BEKASI – Temporatur.com

Isu dugaan praktik ijon proyek di tubuh PDAM Tirta Bhagasasi kembali menggelinding ke publik. Isu ini memanas setelah Bambang, salah satu pihak terkait, memberikan klarifikasi mengenai aliran dana sebesar Rp500 juta kepada Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Cabang Pembantu (KCP) Tegal Danas, Teguh.

Dalam konfirmasinya kepada awak media pada Sabtu (15/8/2026), di Grand Wisata Tambun, Bambang membantah keras keterlibatan PT INTRACS dalam pusaran kasus ini. Ia menegaskan bahwa uang senilai setengah miliar rupiah yang diserahkan kepada Teguh merupakan dana pribadi miliknya, bukan atas nama perusahaan.

Bambang justru mengeklaim dirinya sebagai korban dalam sengkarut ini. Menurutnya, uang tersebut diserahkan untuk proyek aplikasi berbasis teknologi yang dijanjikan oleh seseorang berinisial AEZ melalui perantara Teguh. Namun hingga saat ini, proyek sistem teknologi yang dijanjikan tersebut tidak kunjung terealisasi.

Sebagai bentuk pertanggungjawaban moral, Teguh disebut sempat menitipkan satu unit mobil kepada Bambang menjelang hari raya Idulfitri lalu. Kendaraan tersebut dijadikan sebagai jaminan sementara sebelum uang Rp500 juta itu dikembalikan secara utuh. Meski demikian, Bambang enggan merinci lebih detail mengenai merek dan jenis mobil jaminan yang diterimanya.

Bacaan Lainnya

Hingga berita ini diturunkan, redaksi masih terus melakukan pendalaman informasi guna mengungkap tabir di balik dugaan ijon proyek ini.

Upaya konfirmasi telah dilayangkan kepada Plt KCP Tegal Danas, Teguh, namun yang bersangkutan masih bungkam dan belum memberikan respons resmi terkait tudingan tersebut nomor ponsel nya pun tidak aktif. setelah dikonfirmasi pada Jum’at, 14/ 8/2026.

(SS/Red)

(Red)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *