Makna Penderitaan  Dalam Sisi Kehidupan

Temporatur.com

Assalamualaikum wr.wb.

Awalnya (tampak) menghancurkanmu.
Kemudian.
Ia membentukmu.

Pedang berkilat awalnya dari besi yang ditempa.
Guci yang berharga awalnya dari tanah liat yang dibakar.
Batu bata pembentuk rumah pun, awalnya onggokan tanah tak berharga.

Semua jadi bernilai dengan tempaan dan pembakaran berulang-ulang.
Semakin sering tertempa, maka kan semakin indah dan berharga.

Selama hidup masih dikandung raga, suka duka, bahagia derita, akan datang bersilih ganti.
Dengan duka, suka kan terasa lebih nikmat.
Dengan derita, insan manusia kan lebih kuat menapaki jalan yang berat.

Bacaan Lainnya

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
وَمَاۤ اَرْسَلْنَا فِيْ قَرْيَةٍ مِّنْ نَّبِيٍّ اِلَّاۤ اَخَذْنَاۤ اَهْلَهَا بِا لْبَأْسَآءِ وَا لضَّرَّآءِ لَعَلَّهُمْ يَضَّرَّعُوْنَ
“Dan Kami tidak mengutus seorang nabi pun kepada sesuatu negeri, (lalu penduduknya mendustakan nabi itu), melainkan Kami timpakan kepada penduduknya kesempitan dan penderitaan agar mereka (tunduk dengan) merendahkan diri.”
(QS. Al-A’raf 7: Ayat 94)
اَمْ حَسِبْتُمْ اَنْ تَدْخُلُوا الْجَـنَّةَ وَ لَمَّا يَأْتِكُمْ مَّثَلُ الَّذِيْنَ خَلَوْا مِنْ قَبْلِكُمْ ۗ مَسَّتْهُمُ الْبَأْسَآءُ وَا لضَّرَّآءُ وَزُلْزِلُوْا حَتّٰى يَقُوْلَ الرَّسُوْلُ وَا لَّذِيْنَ اٰمَنُوْا مَعَهٗ مَتٰى نَصْرُ اللّٰهِ ۗ اَ لَاۤ اِنَّ نَصْرَ اللّٰهِ قَرِيْبٌ
“Ataukah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum datang kepadamu (cobaan) seperti (yang dialami) orang-orang terdahulu sebelum kamu. Mereka ditimpa kemelaratan, penderitaan, dan diguncang (dengan berbagai cobaan), sehingga rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya berkata, “Kapankah datang pertolongan Allah?” Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu dekat.”
(QS. Al-Baqarah 2: Ayat 214)

Semoga Allah mengampuni berikan Rahmat-Nya karunia-Nya Syafaat-Nya dunia akhirat aamin.

Wassalamualaikum wr.wb. (**)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *