Purwakarta – Jabar || Temporatur.com
Pemdes Cianting Purwakarta diduga kuat menyelewengkan anggaran program Ketahanan Pangan, sebelumnya pihak Kades yang tidak bersedia dikonfirmasi oleh wartawan terkait program tersebut.
beredarnya informasi di masyarakat Desa Cianting awak media menggali kebenaran informasi tersebut terkait dugaan penggelapan program ternak kambing Ketahanan Pangan Hewani yang menjadi sorotan publik
Seperti diketahui program tersebut merujuk pada program pemerintah pusat untuk mewujudkan kemandirian bangsa. melalui program ketahanan pangan Hewani dan Nabati yakni ternak sapi, kerbau,kambing yang disebut Komoditas Andalan Negeri (Sikomandan) sebagai pengganti program Upsus Siwab yang dicanangkan di tahun sebelumnya.
Program tersebut untuk mengatasi ancaman krisis pangan global yang sudah didepan mata, sebagai langkah dan upaya antisipasi pemerintah bagi masyarakat di desa-desa khususnya di Kabupaten Purwakarta.
Dan Keberadaan program Padat Karya Tunai Desa juga berperan penting untuk meningkatkan daya beli masyarakat,sebab 50℅ anggaran program tersebut harus digunakan untuk membayar upah kepada pekerja yang merupakan warga miskin, pengangguran dan kelompok marginal di pedesaan.
Selain itu, ancaman krisis pangan global sudah berulang kali di sampaikan pemerintah pusat, melalu DPMD di setiap kabupaten di seluruh Indonesia.
Dikatakan Presiden Joko Widodo yang mewanti wanti soal ancaman krisis pangan global ini, Dia bilang permasalahan pangan sedang di hadapi banyak negara termasuk Indonesia,
Sejalan dengan itu, Undang undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan daerah mengamankan bahwa urusan pangan menjadi urusan wajib tandasnya.
Namun Ironisnya di Desa Cianting Citra kecamatan Sukatani Kabupaten Purwakarta, saat ini menjadi perbincangan terkait ketahanan pangan, dalam pembelian domba tersebut diduga tidak sesuai harga dan bentuk hewannya,
“Coba langsung saja cek ke kandang domba di kandang ada kata kepala desa nggak mau ditemuin total yang hidup tahu-, tapi kenyataannya di kandang cuman ekor, ucap salah satu warga setempat kepada wartawan, (15/03/2023).
Awak media mendatangi untuk melakukan investigasi ke kandang Domba ternyata ada kejanggalan dalam jumlah Domba, Tapi ketika Kades dan Bamusdes (Badan Musyawarah Desa) dikonfirmasi oleh awak Media mengaku jumlahnya, Bamusdes nggak bisa ngomong alias bungkam.
Awak media mengkonfirmasi Kades Cianting Citra melalui telepon selulernya menjelaskan, anggaran Ketahanan Pangan Rp.176.000.000 dari 20% dana desa, untuk peruntukan Pertanian, Nabati, Hewani kata Kades dan di berikan ke Bamusdes 10 juta yang terpakai 5 juta, ujarnya, melalui telepon selulernya, 16/03/2023.
Sementara itu Bamusdes berhasil di konfirmasi dalam pembelian Domba yang di anggarkan Rp.60.000.000. untuk empat kelompok, Sedangkan satu kelompok Domba, dengan harga Rp.2.400.000 per ekor yang berbentuk sangkalan
“Kalo soal itu saya tidak tahu”, kata Bamusdes kepada wartawan.
Saat awak media berbincang – bincang mengenai Program Ketahanan Pagan dengan warga Desa Cianting Citra salah satu tokoh masyarakat yang tida mau disebutkan namanya mengatakan bahwa, program Pemerintah pusat sudah bagus, tapi di lapangan tidak sesuai harapan masih banyak oknum pejabat Kepala Desa yang tidak amanah dalam melaksanakan tugasnya.
Kami sebagai warga masyarakat Desa Cianting Citra, meminta kepada Aparat Penegak Hukum atau Kepolisian segera periksa oknum Kepala Desa yang menyalah gunakan jabatannya untuk kepentingan pribadi dan kroni – kroninya yang diduga telah melakukan Tindak Pidana Penggelapan yang telah dituangkan dalam Pasal 2 UU Tipikor dengan ancaman pidana minimal 4 tahun dan maksimal 20 tahun atau denda paling sedikit Rp200 juta dan paling banyak 1 miliar, pungkasnya, dengan tegas. (**)
Reporter : Ambu Burhanudin















