Diduga Gedung Rawat Inap Puskesmas Muara Gembong 3 Tahun Jadi Sarang Hantu

Bekasi-Jabar || Temporatur.com

 

Pembangunan Gedung Rawat inap Puskesmas yang ada di Muara Gembong bersumber APBD Kabupaten Bekasi 2019. Harga kontrak Rp. 2.549.401.000.00dengan nomor kontrak 602.3/F120-352/SPP/BGN/DPUPR/2019., yang dikerjakan oleh PT.ADIK ABANG QANITA PRATAMA dengan waktu pengerjaan 90 hari 3 tahun tidak di tempati ini menjadi teka-teki bagi masyarakat kecamatan Muara Gembong, yang seharusnya Gedung Puskesmas tersebut bisa di gunakan untuk rawat inap, ini malah tidak di gunakan dan gedung tersebut menjadi sarang hantu, hancur berlumut pula sangat di sayangkan bangunan gedung yang sudah rampung di bangun dengan anggaran milyaran rupiah tidak bisa di pergunakan.

Seharusnya bangunan yang sudah rampung di kerjakan harus di serah terimakan oleh pihak pengguna yaitu Puskesmas untuk di pergunakan, di rawat dengan baik agar masyarakat Muara Gembong apabila ada yang sakit bisa di rawat di gedung tersebut, bukan di biarkan begitu saja menjadi gedung sarang hantu, gedung tersebut kondisinya sudah mulai hancur, seperti pintu sudah rusak,tembok berlumut dan retak.

IMG 20230225 111546
Doc.Temporatur.com

Saat awak media sambangi gedung tersebut dan konfirmasi salah satu pegawai puskesmas Muara Gembong” bang jeks panggilan akrabnya;

Mengatakan” saya sudah menanyakan kepada kepala puskesmas terkait gedung rawat inap, kata beliau bahwa gedung tersebut belum di serah terimakan ke pihak puskesmas untuk penempatan gedung tersebut, maka dari itu saya dari perwakilan puskesmas tidak berani menempatinya tanpa ada surat penempatan dan serah terima dari pihak pemborong atau dinas cipta karya” pungkas” bang Jeks.

Bacaan Lainnya

Masih kata bang Jeks” Harapan saya untuk dinas terkait tolong segera untuk di buatkan surat penyerahan gedung rawat inap puskesmas Muara Gembong agar bisa di pergunakan untuk pasien yang di rawat inap, dan banyak pasien yang seharusnya di rawat inap karena gedung tersebut tidak bisa ditempati maka pasien saya rujuk ke rumah sakit lain” pungkasnya.(Red)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *