Pocari Sweat Run 2026 Hari Pertama Lancar, Pengaturan Jalan Jadi Evaluasi
- account_circle Suryo Sudharmo
- calendar_month 8 menit yang lalu
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Pocari Sweat Run 2026 Hari Pertama Lancar, Pengaturan Jalan Jadi Evaluasi
Pelaksanaan hari pertama lomba lari Pocari Sweat Run 2026 di Kota Bandung, Sabtu 19 September 2026, berlangsung lancar. Pemerintah Kota Bandung menyebut masih ada sejumlah evaluasi minor, terutama terkait pengaturan lalu lintas menjelang garis finis.
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan mengatakan, secara umum pelaksanaan kategori 10K pada hari pertama berjalan aman dan lancar.
“Jadi hari pertama Pocari Sweat Run 2026 alhamdulillah lancar. Klaksonnya minimum sekali. Tidak ada kecelakaan lalu lintas setelah start,” ujar Farhan.
Ia menyebut terdapat satu kecelakaan lalu lintas yang melibatkan angkot dan truk di kawasan Dago. Namun, kejadian tersebut berlangsung sekitar lima menit sebelum waktu start.
Farhan mengatakan, masih terdapat beberapa evaluasi dalam pelaksanaan hari pertama, tetapi sifatnya minor. Salah satunya terkait penanganan lalu lintas di sekitar area menjelang garis finis yang menjadi pusat kegiatan di Balai Kota Bandung.
“Memang ada beberapa evaluasi, tapi minor ya. Terutama penanganan menjelang finish. Itu aja. Selebihnya all good,” katanya.
Terkait pengaturan jalan, Farhan menilai penahanan arus di sejumlah titik tidak berlangsung lama. Berdasarkan pengamatannya, pengguna jalan hanya sempat tertahan sekitar tiga menit di beberapa lokasi.
“Walaupun sempat tertahan itu di beberapa titik tidak sampai lebih dari tiga menit, saya hitung,” ujarnya.
Menurut Farhan, kondisi lalu lintas juga sudah kembali lancar sekitar pukul 06.30 WIB.
“Begitu masuk pukul 06.30 sudah enggak ada apa-apa. Sudah lancar semuanya. Tinggal di titik menjelang finish aja, ya wajar karena pusat acaranya di sini, di Balai Kota,” katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bandung Darto mengatakan, pihaknya turut mendukung kelancaran kegiatan melalui pengelolaan kebersihan selama pelaksanaan Pocari Sweat Run 2026.
DLH mengerahkan dua mobil truk, satu mobil pick-up, satu mobil road sweeper, serta 30 personel aktif untuk menangani kebersihan di sepanjang kegiatan.
“DLH tadi mengerahkan dua mobil truk, kemudian satu mobil pick-up, kemudian satu mobil road sweeper dengan 30 personel aktif,” ujar Darto.
Darto menambahkan, pengelolaan sampah dalam kegiatan juga melibatkan pihak Pocari Sweat. Sampah plastik yang dihasilkan selama kegiatan akan dipilah dan didaur ulang sehingga tidak berakhir di tempat pemrosesan akhir (TPA).
“Yang pasti semua sampah plastik di-handle oleh Pocari Sweat. Jadi nanti sampahnya semua dipilah, habis itu juga di-recycle. Jadi enggak ada sampah yang kebuang ke TPA,” katanya.
Sedangkan Marketing Director PT Amerta Indah Otsuka, Puspita Winawati mengatakan, penyelenggara juga terus melihat aspek kenyamanan warga dalam pengembangan Pocari Sweat Run di Kota Bandung.
Hal tersebut menjadi salah satu pertimbangan ketika penyelenggara mempertimbangkan penambahan kategori lari dengan jarak lebih jauh pada pelaksanaan mendatang.
“Pertama kali maraton, ya, kategori maraton 42 kilometer. Karena kalau 42 kilometer, rutenya harus memutar Bandung lebih banyak lagi. Jadi kita juga ngelihat kenyamanan warga Bandung. Kayaknya kita masih sampai dengan half marathon,” ujar Puspita.
Evaluasi tersebut menjadi bagian dari penyelenggaraan event lari yang melibatkan banyak peserta dan menggunakan sejumlah ruas jalan Kota Bandung.
Pemerintah Kota Bandung bersama penyelenggara terus melihat aspek kelancaran lalu lintas, kebersihan, serta kenyamanan warga dalam pelaksanaan rangkaian kegiatan. (ray)**
(Nellis)
- Penulis: Suryo Sudharmo





Saat ini belum ada komentar