Breaking News
light_mode
Beranda » Kota Bandung » Paguyuban Cepot Motah Bagikan Pecel Lele Gratis, Tommy Subagja Ajak Warga Dukung UMKM

Paguyuban Cepot Motah Bagikan Pecel Lele Gratis, Tommy Subagja Ajak Warga Dukung UMKM

  • account_circle Andi Setiawan
  • calendar_month 0 menit yang lalu
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

TEMPORATUR.COM

‎‎BANDUNG – Ketua Umum Paguyuban Cepot Motah, Tommy Subagja, menunjukkan kepeduliannya terhadap pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dengan membagikan pecel lele gratis kepada masyarakat di Kota Bandung, Sabtu malam (17/10/2026).

‎‎Kegiatan sosial tersebut dilakukan menyusul viralnya video kejadian di Jalan Moch. Toha pada Jumat (16/10/2026). Melalui aksi ini, Tommy bersama anggota Paguyuban Cepot Motah ingin menjaga hubungan baik dengan masyarakat sekaligus mencegah berkembangnya kesalahpahaman yang berpotensi merugikan pedagang pecel lele.

‎Tommy mengatakan, informasi yang beredar di media sosial perlu disikapi secara bijak agar masyarakat mendapatkan gambaran yang utuh mengenai peristiwa tersebut. Ia juga berharap polemik yang berkembang tidak berdampak pada kepercayaan konsumen terhadap para pedagang kecil.

‎Kami memohon maaf kepada pedagang pecel lele apabila kejadian kemarin menimbulkan dampak yang kurang baik terhadap usaha mereka. Kami tidak ingin ada kesimpangsiuran informasi yang berkembang dan berujung menjadi polemik di masyarakat,” ujar Tommy.

‎‎Menurutnya, keberlangsungan UMKM membutuhkan dukungan dari berbagai pihak. Para pedagang kecil harus tetap mendapatkan kesempatan untuk menjalankan usaha dan mempertahankan penghasilan demi memenuhi kebutuhan keluarga.

‎‎Atas dasar kepedulian tersebut, Paguyuban Cepot Motah menggelar aksi berbagi pecel lele gratis kepada masyarakat. Kegiatan ini diharapkan menjadi wujud kepedulian sosial sekaligus ajakan untuk terus mendukung pelaku usaha kuliner lokal.

‎Ajak Masyarakat Bijak Menyikapi Informasi Viral

‎‎Tommy menegaskan, pihaknya berharap peristiwa yang menjadi perhatian publik tersebut tidak berkembang menjadi polemik berkepanjangan. Ia mengajak masyarakat untuk mengedepankan klarifikasi, memeriksa kebenaran informasi, serta tidak terburu-buru mengambil kesimpulan hanya berdasarkan potongan video atau unggahan di media sosial.

‎Kami ingin masyarakat tetap merasa nyaman dan para pedagang UMKM bisa terus berjualan dengan baik. Salah satu perhatian Paguyuban Cepot Motah adalah mendukung UMKM. Karena itu, kami ingin persoalan ini disikapi dengan baik, tanpa merugikan pedagang kecil,” tegasnya.

‎‎Ia menambahkan, Paguyuban Cepot Motah tidak hanya berfokus pada kegiatan organisasi, tetapi juga berupaya menghadirkan kegiatan yang memberikan manfaat bagi masyarakat, baik dalam aspek sosial maupun ekonomi.

‎‎Melalui kegiatan tersebut, Tommy berharap masyarakat Kota Bandung semakin peduli terhadap keberlangsungan usaha kecil, khususnya pedagang kuliner yang mengandalkan penghasilan dari aktivitas berjualan setiap hari.

‎‎Menurutnya, dukungan masyarakat terhadap UMKM memiliki peran penting dalam menjaga perputaran ekonomi lokal. Di sisi lain, penyebaran informasi yang akurat dan berimbang juga diperlukan agar pelaku usaha tidak ikut menanggung kerugian akibat kesalahpahaman yang berkembang di ruang digital.

‎‎Paguyuban Cepot Motah berharap aksi sosial ini dapat menjadi momentum untuk mempererat hubungan dengan masyarakat, menumbuhkan kepedulian terhadap pedagang kecil, serta mendorong penyelesaian persoalan secara bijak dan kondusif.

‎

‎‎( Andi S )

  • Penulis: Andi Setiawan
  • Editor: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less