dr.Hj.Erni Herdiani, M.H.,MARS,
Menjadi Narasumber Pentaloka ADINKES 2025
Direktur RSUD Cabangbungin Kabupaten Bekasi,dr. Hj. Erni Herdiani, M.H., MARS, menjadi narasumber dalam Pelatihan dan Lokakarya Nasional Asosiasi Dinas Kesehatan Seluruh Indonesia (ADINKES) 2025 yang digelar secara daring pada Rabu 22 Oktober 2025.
Dalam kesempatan tersebut, dr.Hj.Erni Herdiani menyampaikan materi tentang kolaborasi antara rumah sakit dan puskesmas dalam penanganan dan pengembangan sistem rujukan balita gizi buruk.
Dr. Erni menekankan pentingnya penguatan kolaborasi antara rumah sakit dan puskesmas untuk mewujudkan sistem layanan kesehatan yang lebih efektif, terpadu, dan berkelanjutan.
dr. Hj. Erni Herdiani juga menyatakan bahwa penanganan balita gizi buruk tidak dapat dilakukan secara parsial, melainkan harus melibatkan seluruh lini pelayanan kesehatan.
“Kolaborasi yang kuat antara fasilitas kesehatan di tingkat pertama dan rujukan menjadi kunci dalam memastikan balita dengan gizi buruk mendapatkan penanganan yang cepat, tepat, dan berkesinambungan,” terang dr.Hj. Erni Herdiani.(22/10/2025).
Lebih lanjut, dr. Hj.Erni juga menjelaskan bahwa RSUD Cabangbungin telah melakukan berbagai langkah nyata dalam upaya peningkatan status gizi masyarakat, di antaranya melalui Inovasi RUSA PELANTING (Rumah Sakit Peduli Stunting) dan SIKRITING (Kolaborasi Teledentistry Dalam Penanggulangan Stunting).
RUSA PELANTING (Rumah Sakit Peduli Stunting) : Membuka Poli Khusus Stunting untuk memberikan pelayanan kesehatan yang lebih terfokus pada pencegahan dan penanganan stunting.
SIKRITING (Kolaborasi Teledentistry Dalam Penanggulangan Stunting) : Melakukan skrining stunting, konsultasi gizi bersama dokter spesialis anak dan nutrisionis, serta program pemberian makanan tambahan bagi keluarga berisiko gizi buruk (PKMK).
Penanganan Balita Stunting dan Gizi Buruk : Sudah menangani 94 balita stunting dan gizi buruk, dengan 18% di antaranya telah lulus dan sisanya masih dalam proses penanganan.
Dengan adanya kegiatan Pentaloka Nasional ADINKES 2025 ini, diharapkan kolaborasi lintas sektor dan antar fasilitas kesehatan dapat terus diperkuat demi tercapainya generasi Indonesia yang sehat, tangguh, dan berkualitas.
(SS/Red)















