Breaking News
light_mode
Beranda » Bekasi » FPK Kabupaten Bekasi Goes To School, Tanamkan Nilai Kebangsaan dan Kerukunan di SMPN 5 Tambun Utara

FPK Kabupaten Bekasi Goes To School, Tanamkan Nilai Kebangsaan dan Kerukunan di SMPN 5 Tambun Utara

  • account_circle Suryo S
  • calendar_month 36 menit yang lalu
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

FPK Kabupaten Bekasi Goes To School, Tanamkan Nilai Kebangsaan dan Kerukunan di SMPN 5 Tambun Utara

BEKASI — TEMPORATUR. COM

Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Kabupaten Bekasi menggelar program Goes To School di SMP Negeri 5 Tambun Utara, Sabtu (10/10/2026).

Kegiatan sosialisasi dan edukasi kebangsaan tersebut diikuti ratusan siswa kelas VIII dan IX untuk menanamkan nilai-nilai Pancasila, memperkuat persatuan, serta mendorong kerukunan di tengah keberagaman suku dan budaya.

Kegiatan tersebut dihadiri Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Bekasi, Robert Suwandi; Ketua FPK Kabupaten Bekasi, KH Akhmad Ghufron; Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum SMPN 5 Tambun Utara, Tri Hastuti; serta jajaran pengurus FPK Kabupaten Bekasi.

Dalam pemaparannya, Ketua FPK Kabupaten Bekasi, KH Akhmad Ghufron, menjelaskan bahwa FPK merupakan wadah pembauran kebangsaan yang dibentuk pemerintah berdasarkan Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 34 Tahun 2006. Organisasi tersebut menghimpun berbagai kelompok etnis yang berada di wilayah Kabupaten Bekasi.

Menurut Ghufron, FPK memiliki peran dalam menyosialisasikan nilai-nilai Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Undang-Undang Dasar 1945. Selain itu, FPK juga berperan menampung aspirasi masyarakat serta membantu penyelesaian persoalan yang berpotensi menimbulkan konflik horizontal antaretnis dan antarsuku.

“Adik-adik adalah calon pemimpin bangsa ke depan. Oleh karena itu, mari kita bersama-sama menjaga kerukunan agar tidak terjadi konflik. Adik-adik harus menjaga nama baik sekolah, orang tua, dan Kabupaten Bekasi,” ujar Ghufron di hadapan para siswa.

Ia menegaskan bahwa pembauran bukan berarti menghilangkan perbedaan, melainkan membangun kebersamaan dengan tetap menghargai identitas dan kebudayaan masing-masing kelompok.

Menurutnya, pemahaman terhadap keberagaman perlu ditanamkan sejak bangku sekolah agar para pelajar mampu membangun hubungan yang harmonis serta menghindari konflik, termasuk tawuran antarpelajar.

“Tambun Utara dikenal di Kabupaten Bekasi dengan jawaranya. Nah, adik-adik harus tumbuh menjadi teladan bagi yang lain. Jadilah jawara di bidang ilmu pengetahuan, sains, atau menjadi qari bagi umat Muslim,” tuturnya.

Sementara itu, Plt. Kepala Kesbangpol Kabupaten Bekasi, Robert Suwandi, menilai edukasi kebangsaan di lingkungan sekolah penting untuk membentuk karakter generasi muda yang menghargai perbedaan dan menjunjung tinggi persatuan.

Ia berharap kegiatan serupa dapat dilaksanakan secara berkelanjutan guna mendukung terciptanya suasana yang aman, damai, dan harmonis di Kabupaten Bekasi.

“Kami berharap kegiatan ini bisa mempererat persatuan dan kesatuan serta hubungan antaretnis dan antarbudaya yang ada di wilayah Kabupaten Bekasi,” kata Robert.

Apresiasi juga disampaikan Wakasek Bidang Kurikulum SMPN 5 Tambun Utara, Tri Hastuti. Ia menilai materi yang disampaikan FPK relevan dengan pembelajaran Pendidikan Pancasila di sekolah, terutama dalam membangun sikap saling menghormati dan memahami keberagaman.

Tri menjelaskan bahwa siswa SMPN 5 Tambun Utara berasal dari berbagai suku di Indonesia. Karena itu, pemahaman mengenai toleransi dan pembauran kebangsaan dinilai penting untuk menciptakan lingkungan sekolah yang rukun dan inklusif.

“Kami berharap para siswa bisa semakin memahami keragaman budaya yang ada di seluruh Indonesia, saling menghargai, dan lebih menjaga kerukunan antaretnis di Indonesia,” tandasnya.

Melalui program Goes To School, FPK Kabupaten Bekasi berharap para pelajar tidak hanya memahami nilai-nilai kebangsaan secara teori, tetapi juga menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan sekolah, keluarga, maupun masyarakat.

(SS)

  • Penulis: Suryo S

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less