Taman Duribang Bukan Sekadar Tempat Rekreasi, Maulid Nabi Jadi Momentum Perkuat Wisata Edukatif
- account_circle Moc. Anwar
- calendar_month 4 menit yang lalu
- print Cetak

Keterangan foto : Dok. Temporatur.com
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Taman Duribang Bukan Sekadar Tempat Rekreasi, Maulid Nabi Jadi Momentum Perkuat Wisata Edukatif
Taman Duribang, Desa Rombiya Barat, Kecamatan Ganding, Kabupaten Sumenep, tidak hanya menawarkan suasana rekreasi bagi masyarakat. Kawasan wisata tersebut juga mulai diarahkan menjadi ruang edukasi, kebersamaan keluarga hingga kegiatan sosial dan keagamaan.
Hal itu terlihat saat Taman Duribang menggelar kegiatan Maulid Nabi Muhammad SAW, Senin malam, 7 September 2026, sekitar pukul 19.30 WIB.
Dalam kegiatan tersebut, panitia menghadirkan RB. Moh. Faisol Sadamih, S.Sos. sebagai penceramah.
Kegiatan berlangsung dalam suasana khidmat sekaligus menjadi momentum silaturahmi masyarakat dan keluarga yang berada di kawasan tersebut.
Pengelola Wisata Duribang, Fitri Nabila Izal, mengatakan konsep wisata yang dikembangkan di Duribang tidak semata-mata mengejar fungsi rekreasi.
Menurutnya, tempat wisata juga dapat menjadi sarana edukasi yang dikemas dengan suasana santai dan menyenangkan.
“Wisata tidak hanya dijadikan ajang rekreasi saja, melainkan tempat edukasi yang rekreatif. Berpindah dari suasana penat menuju suasana yang lebih lepas dan terbuka, ini biasanya dibutuhkan oleh orang-orang yang memiliki kesibukan padat,” kata Fitri.
Ia mengungkapkan, konsep awal Taman Mini Duribang sebenarnya berangkat dari kebutuhan keluarga. Kawasan tersebut awalnya dibuat sebagai tempat untuk menyambut keluarga yang datang dari berbagai daerah dan membutuhkan tempat untuk bermalam sekaligus beristirahat.
“Konsep awal Wisata Mini Duribang itu sebenarnya hanya untuk keluarga yang datang dari jauh, seperti Sidoarjo, Jember, Pulau Kangean dan Bali. Mereka datang untuk bermalam dan beristirahat, jadi saya konsep di areal terbuka, biar udaranya lepas serta pemandangannya terbuka,” ungkapnya.
Dari konsep sederhana tersebut, Taman Mini Duribang kemudian berkembang menjadi kawasan yang dapat dimanfaatkan untuk berbagai aktivitas. Tidak hanya rekreasi keluarga, tetapi juga menjadi ruang berkumpul dan menggelar kegiatan masyarakat.
Menurut Fitri, suasana terbuka menjadi salah satu bagian penting dari konsep Duribang. Pengunjung diharapkan tidak hanya datang untuk menikmati fasilitas wisata, tetapi juga memperoleh pengalaman yang lebih nyaman dengan suasana lingkungan yang terbuka.
Sementara itu, pelaksanaan Maulid Nabi Muhammad SAW menjadi salah satu contoh bahwa kawasan wisata juga dapat dimanfaatkan untuk kegiatan yang memiliki nilai keagamaan dan sosial.
Ke depan, pengelola berharap Taman Duribang dapat terus berkembang sebagai wisata yang memberikan pengalaman rekreatif sekaligus edukatif bagi masyarakat dan keluarga yang berkunjung.
Taman Duribang diharapkan bukan sekadar tempat datang dan bersantai, tetapi juga menjadi ruang yang mampu mempertemukan rekreasi, edukasi, silaturahmi dan kegiatan sosial-keagamaan dalam satu kawasan.
(Moh. Anwar)
- Penulis: Moc. Anwar
- Editor: Redaksi
- Sumber: https://temporatur.com/

Saat ini belum ada komentar