Kasus Bayi Tanpa Status di Batang-Batang Daya: Muncul Klaim Baru Mengenai Ciri Fisik Anak
Kasus dugaan adanya kelahiran bayi tanpa status di Desa Batang-Batang Daya, Kecamatan Batang-Batang, Kabupaten Sumenep, kini memasuki babak baru seiring munculnya kesaksian dari seorang warga setempat. Sumber yang enggan disebutkan identitasnya tersebut mengklaim mengetahui keberadaan sang bayi, sekaligus memicu spekulasi publik terkait polemik hubungan biologis anak tersebut.
Dalam keterangannya kepada awak media, sumber itu menyatakan telah melihat langsung kondisi fisik sang bayi secara nyata. Meski demikian, ia menegaskan bahwa dirinya tidak memiliki kapasitas hukum untuk menentukan siapa ayah biologis dari anak tersebut.”Saya melihat secara nyata bentuk fisiknya, hanya saja saya tidak dapat mentersangkakan siapa ayah biologis dari anak tersebut,” ujar sumber tersebut saat memberikan keterangan, Rabu 18/8/ 2026
Kasus ini sebelumnya sempat menyita perhatian setelah seorang pria berinisial F ditetapkan sebagai tersangka oleh pihak kepolisian dan saat ini tengah menjalani masa penahanan.
Febri diduga terlibat dalam perkara hukum yang melatarbelakangi kelahiran anak tersebut.Namun, polemik kembali bergulir setelah sumber tersebut mengungkapkan adanya desas-desus di tengah masyarakat yang membandingkan kemiripan fisik bayi.
Menurut klaimnya, sebagian warga menilai karakteristik fisik sang bayi justru memperlihatkan kemiripan dengan pihak lain yang disebut sebagai ‘Master X’, bukan dengan tersangka Febri yang saat ini ditahan.
Lebih lanjut, sumber itu menambahkan bahwa sosok yang dimaksud warga tersebut disinyalir merupakan orang dekat dari lingkungan keluarga korban yang kini dilaporkan tinggal dalam satu atap.
Kendati demikian, pernyataan ini masih sebatas asumsi sepihak yang berkembang di masyarakat dan belum memiliki kekuatan hukum atau bukti ilmiah seperti hasil tes DNA.
Mencuatnya pengakuan ini turut memicu reaksi dari warga desa yang mulai mempertanyakan transparansi dan sikap dari Pemerintah Desa (Pemdes) Batang-Batang Daya.
Sejumlah pihak mendesak agar aparatur desa memberikan keterbukaan informasi guna meluruskan simpang siur yang beredar, agar tidak menimbulkan fitnah di tengah masyarakat.Di sisi lain, tudingan mengenai adanya upaya dari Kepala Desa Batang-Batang Daya untuk sengaja menutupi atau menyembunyikan persoalan ini masih belum dapat dibuktikan kebenarannya.
Hingga berita ini diturunkan, jurnalis media ini masih terus berupaya menghubungi Kepala Desa Batang-Batang Daya, pihak keluarga korban, serta aparat penegak hukum terkait demi mendapatkan klarifikasi resmi yang berimbang.
(faisol)
















