Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Utama » Jembatan Desa Meddelan Ambruk Sejak 2022, Warga Desak Pemkab Sumenep Segera Lakukan Langkah Konkret

Jembatan Desa Meddelan Ambruk Sejak 2022, Warga Desak Pemkab Sumenep Segera Lakukan Langkah Konkret

  • account_circle Michael.Anwar
  • calendar_month 1 jam yang lalu
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jembatan Desa Meddelan Ambruk Sejak 2022, Warga Desak Pemkab Sumenep Segera Lakukan Langkah Konkret

SUMENEP – TEMPORATUR. COM

Kondisi infrastruktur jembatan di Desa Meddelan, Kecamatan Lenteng, Kabupaten Sumenep, kian memprihatinkan.

Jembatan yang menjadi akses vital bagi aktivitas masyarakat setempat dilaporkan telah rusak dan ambruk sejak tahun 2022, namun hingga tahun 2026 ini belum kunjung mendapatkan penanganan dari pemerintah daerah.

Tersendatnya perbaikan ini memicu keluhan dari warga setempat yang sehari-hari bergantung pada akses jalan tersebut.

Salah seorang warga Desa Meddelan, Amiruddin, mendesak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep untuk segera memberikan perhatian serius.

Menurutnya, lokasi jembatan yang rusak tersebut sangat rawan dan telah beberapa kali memicu kecelakaan pengguna jalan.
Amiruddin berharap Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kabupaten Sumenep tidak hanya menerima laporan administratif, melainkan segera turun langsung ke lapangan.

Langkah ini dinilai penting untuk meninjau kerusakan secara faktual serta melakukan kajian teknis guna menentukan apakah jembatan memerlukan perbaikan total atau pembangunan ulang.

“Pemerintah Kabupaten Sumenep harus memperhatikan keberadaan jembatan ini. Jangan sampai menunggu ada korban (jiwa) lagi baru dilakukan penanganan,” ujar Amiruddin kepada media, Senin (28/9/2026).

Lebih lanjut, ia meminta Bupati Sumenep agar lebih responsif terhadap persoalan infrastruktur yang menyangkut keselamatan publik, serta menghindari ego sektoral dalam penanganan fasilitas umum.

“Bupati juga harus peka dengan adanya laporan masyarakat, bukan malah saling melempar kebijakan. Warga membutuhkan tindakan nyata dan solusi atas kondisi jembatan ini,” tegasnya.

Mengingat persoalan ini berkaitan langsung dengan keselamatan dan perputaran ekonomi warga, masyarakat mendesak dinas terkait untuk memberikan kejelasan.

Kejelasan tersebut meliputi kepastian jadwal pengecekan lapangan, perencanaan teknis, hingga realisasi anggaran pembangunan jembatan agar tidak berlarut-larut tanpa kepastian.

Hingga berita ini diturunkan, redaksi masih berupaya menghubungi pihak Dinas PUTR Kabupaten Sumenep untuk mendapatkan konfirmasi serta keterangan resmi terkait rencana penanganan jembatan di Desa Meddelan tersebut.

(Moh. Anwar)

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less