Jadi Pembicara Seminar STIE Arlindo, Tri Adhianto Ajak Mahasiswa Kuasai AI dan Media Sosial

Jadi Pembicara Seminar STIE Arlindo, Tri Adhianto Ajak Mahasiswa Kuasai AI dan Media Sosial
Keterangan foto : Seminar Nasional di STIE Arlindo, Kelurahan Jatirangga, Kecamatan Jatisampurna, yang mengusung tema “Beyond the Degree: Membangun Skill, Leadership, dan Networking untuk Kesuksesan Generasi Muda”. Rabu 12/8/2026

Jadi Pembicara Seminar STIE Arlindo, Tri Adhianto Ajak Mahasiswa Kuasai AI dan Media Sosial

KOTA BEKASI — Temporatur.com

Kota Bekasi, Tri Adhianto, menekankan pentingnya generasi muda menguasai keterampilan di luar akademis untuk menghadapi tantangan masa depan.

Hal itu disampaikannya saat menjadi pembicara kunci (keynote speaker) dalam Seminar Nasional di STIE Arlindo, Kelurahan Jatirangga, Kecamatan Jatisampurna, yang mengusung tema “Beyond the Degree: Membangun Skill, Leadership, dan Networking untuk Kesuksesan Generasi Muda”. Rabu 12/8/2026.

 

Di hadapan mahasiswa dan calon mahasiswa, Tri menyatakan bahwa gelar akademik hanyalah modal awal. Kesuksesan nyata di dunia kerja dan sosial jauh lebih ditentukan oleh kepemimpinan, kemampuan membangun jejaring, serta adaptasi terhadap teknologi.

Bacaan Lainnya

Secara khusus, Tri menyoroti dua pilar teknologi yang wajib dikuasai generasi muda saat ini, yaitu kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dan media sosial.

“AI harus kita pelajari. Bukan untuk menggantikan manusia, tetapi bagaimana kita bisa memanfaatkannya untuk meningkatkan kemampuan dan produktivitas,” ujar Tri.

Terkait media sosial, Tri berbagi pengalamannya memanfaatkan platform digital sebagai sarana komunikasi dua arah yang super cepat dengan warga.

Ia menceritakan bagaimana ribuan pesan aspirasi dan laporan langsung masuk ke akun Instagram, TikTok, hingga WhatsApp pribadinya setiap hari setelah ia selesai menghadiri suatu acara.

“Bahkan ada juga warga Kabupaten Bekasi yang menyampaikan laporan kepada saya karena mengira wilayah tersebut masuk Kota Bekasi,” tuturnya disambut antusiasme peserta.

Melihat fenomena tersebut, Tri mengingatkan mahasiswa agar tidak sekadar menjadi konsumen atau pengguna pasif di media sosial.

Ia mendorong mereka untuk menggunakan ruang digital sebagai alat membangun citra diri (personal branding), memperluas jaringan, serta melahirkan karya-karya positif yang produktif.

(SS/ADV)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *