Kebakaran Hanguskan Ruko Nasi Padang di Karang Bahagia Bekasi, Diduga Korsleting Listrik

Kebakaran Hanguskan Ruko Nasi Padang di Karang Bahagia Bekasi, Diduga Korsleting Listrik
Keterangan foto : Sebuah bangunan rumah toko (ruko) yang digunakan sebagai tempat usaha warung Nasi Padang di Kampung Pelaukan RT 02/01, Desa Karang Rahayu, Kecamatan Karang Bahagia, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, ludes dilalap si jago merah pada Sabtu petang, 18/7/2026.

Kebakaran Hanguskan Ruko Nasi Padang di Karang Bahagia Bekasi, Diduga Korsleting Listrik

BEKASI,|| TEMPORATUR.COM

Sebuah bangunan rumah toko (ruko) yang digunakan sebagai tempat usaha warung Nasi Padang di Kampung Pelaukan RT 02/01, Desa Karang Rahayu, Kecamatan Karang Bahagia, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, ludes dilalap si jago merah pada Sabtu petang, 18/7/2026.

Peristiwa kebakaran yang diduga akibat korsleting listrik ini terjadi sekitar pukul 18.30 WIB.

Menurut pemilik usaha Nasi Padang, Nasar, kobaran api berasal dari hubungan arus pendek (korsleting) di bagian loteng bangunan. Api kemudian dengan cepat membesar dan menyambar area di bawahnya yang kebetulan terdapat tabung gas.

“Ini merupakan kejadian dari korsleting listrik dari atas loteng yang langsung membesar, dan kebetulan di bawah ada kompor gas,” ujar Nasar kepada awak media di lokasi kejadian.

Bacaan Lainnya

Nasar menegaskan bahwa saat peristiwa terjadi, karyawannya sama sekali tidak sedang menyalakan kompor. Ia sendiri sedang berada di rumahnya yang terletak tidak jauh dari lokasi untuk menunaikan ibadah shalat.

“Kronologisnya, saya pulang dulu untuk shalat magrib di rumah, di Perumahan Magnolia. Di warung ada karyawan saya yang nunggu.

Bukannya lagi menyalakan kompor gas, tidak sama sekali, Demi Allah,” beber Nasar.

Untuk menjinakkan kobaran api, Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Bekasi mengerahkan 2 unit mobil pemadam yang berasal dari Pos Stadion Mini Cikarang dan Pos Sukatani.

Sebanyak 8 personel diterjunkan ke lokasi di bawah pimpinan Komandan Regu, Sutisna.

Sutisna menjelaskan bahwa laporan kejadian masuk ke pihak Damkar pada pukul 18.58 WIB, beberapa saat setelah api pertama kali muncul.

“Kebakaran terjadi sekitar jam 18.30 WIB dan laporan masuk ke saya sekitar jam 18.58 WIB.

Menurut keterangan pemilik, api berasal dari korsleting listrik di atas plafon. Karena di bawahnya ada kompor gas, api menyambar cepat sehingga tidak bisa dipadamkan secara mandiri,” kata Sutisna.

Pasca-kejadian ini, Sutisna mengimbau warga agar tetap tenang dan tidak panik jika menghadapi situasi serupa di kemudian hari.”Himbauan saya kepada masyarakat, apabila terjadi kebakaran dengan kompor gas, jangan panik. Harus tenang dan santai sehingga kita bisa fokus memadamkan api tersebut,” pungkas Sutisna kepada awak media.

Tidak ada korban jiwa yang dilaporkan dalam insiden ini, namun kerugian materiil diperkirakan mencapai puluhan juta rupiah.

( Asun / Nirwanto )

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *