Breaking News
light_mode
Beranda » Parlementaria » Puan Maharani Sentil Hoaks RUU Perampasan Aset: Sengaja Dibuat untuk Diskreditkan DPR

Puan Maharani Sentil Hoaks RUU Perampasan Aset: Sengaja Dibuat untuk Diskreditkan DPR

  • account_circle Suryo S
  • calendar_month Rabu, 22 Jul 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Puan Maharani Sentil Hoaks RUU Perampasan Aset: Sengaja Dibuat untuk Diskreditkan DPR

JAKARTA – Temporatur.com

Ketua DPR RI, Puan Maharani, menyoroti tajam derasnya arus disinformasi dan berita hoaks di ruang digital yang menyasar lembaga parlemen. Salah satu kabar bohong yang menjadi perhatian serius adalah narasi yang mengeklaim bahwa DPR RI menolak pembahasan atau pengesahan Rancangan Undang-Undang (RUU) Perampasan Aset

Hal itu disampaikan Puan dalam Pidato Penutupan Masa Persidangan V Tahun Sidang 2025–2026 di Rapat Paripurna DPR RI, Gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (21/7/2026).

 

Puan menjelaskan, dalam dua bulan terakhir masyarakat dihadapkan pada berbagai dinamika global dan nasional, mulai dari ketidakpastian ekonomi dunia hingga berbagai persoalan di dalam negeri, seperti kualitas pelayanan publik, penegakan hukum yang memenuhi rasa keadilan, tata kelola pemerintahan yang bersih dan akuntabel, serta perlindungan terhadap kelompok rentan.

 

Di sisi lain, menurutnya, perkembangan ruang digital menghadirkan tantangan baru. Arus informasi yang bergerak sangat cepat telah meningkatkan penyebaran disinformasi, memperuncing polarisasi, serta mengaburkan batas antara kritik yang membangun dengan provokasi yang memecah belah.

 

“Di ruang digital, arus informasi yang bergerak cepat telah meningkatkan disinformasi, memperuncing polarisasi, dan mengaburkan batas antara kritik yang membangun dengan provokasi yang memecah belah,” ujar Puan.

Menurutnya, penyebaran konten manipulatif ini sengaja dirancang oleh pihak tertentu untuk merusak hubungan antara lembaga perwakilan dan masyarakat.Puan merinci, hoaks tersebut tak jarang menggunakan modus kutipan palsu hingga manipulasi rekaman video lama yang dinarasikan ulang.

Baginya, hal ini berbahaya karena mengaburkan batas antara kritik objektif dan provokasi.Lebih lanjut, politikus PDI-Perjuangan itu memperingatkan dampak psikologis sosial dari penyebaran hoaks tersebut.

Jika dibiarkan, distrust atau ketidakpercayaan publik terhadap institusi demokrasi akan semakin terkikis.”Narasi-narasi tersebut mempertentangkan keberadaan DPR RI dengan rakyat,tegas Puan Maharani.

Menutup pidatonya, Ketua DPR RI mengajak masyarakat lebih bijak dalam menyaring informasi. DPR menegaskan tetap terbuka terhadap kritik dan masukan konstruktif untuk tata kelola negara yang lebih baik

(Red)

  • Penulis: Suryo S

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less