Breaking News
light_mode
Beranda » Pemerintahan » All Star Inline Skate, Yuk Belajar Sepatu Roda dari Nol hingga Rolling Keliling Kota

All Star Inline Skate, Yuk Belajar Sepatu Roda dari Nol hingga Rolling Keliling Kota

  • account_circle Suryo Sudharmo
  • calendar_month 48 menit yang lalu
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

All Star Inline Skate, Yuk Belajar Sepatu Roda dari Nol hingga Rolling Keliling Kota

Sepatu roda bukan hanya olahraga untuk anak-anak. Di Kota Bandung, olahraga inline skate juga menjadi sarana rekreasi sekaligus aktivitas fisik bagi berbagai kalangan mulai dari mahasiswa hingga ibu rumah tangga.

Salah satunya melalui All Star Inline Skate Community, komunitas yang berdiri sejak 2021 dan menjadi wadah bagi masyarakat yang ingin belajar bermain inline skate, termasuk mereka yang sebelumnya sama sekali belum bisa menggunakan sepatu roda.

Founder All Star Inline Skate Community, Kresna mengatakan, komunitas tersebut awalnya dibentuk sebagai tempat berkumpul sekaligus belajar bersama bagi masyarakat yang tertarik dengan olahraga sepatu roda.

“Wadah buat orang-orang yang pengin belajar sepatu roda dari awal. Kalau yang dewasa biasanya setiap Jumat. Ada ibu rumah tangga, anak kuliah, pokoknya semuanya campur buat belajar inline skate bareng-bareng,” kata Kresna, di Kiara Arthapark, Rabu 16 September 2026.

Menurutnya, pembelajaran bagi pemula dimulai dari teknik-teknik dasar. Peserta diajarkan cara jatuh dan bangun dengan aman, meluncur, berbelok hingga melakukan pengereman.

“Yang baru itu belajar dasar atau basic. Jadi belajar jatuh bangun, meluncur, belok sama ngerem,” ujarnya.

Tak hanya latihan, All Star Inline Skate Community juga rutin menggelar kegiatan rolling atau bermain sepatu roda bersama menyusuri sejumlah ruas jalan di Kota Bandung. Komunitas tersebut juga kerap ikut memeriahkan berbagai kegiatan atau event.

Salah satu rute yang biasa digunakan yakni kawasan Dago, kemudian turun kembali melewati sejumlah kawasan kota hingga Braga.

Kresna menyebut kegiatan rolling lebih nyaman dilakukan pada malam hari karena kondisi lalu lintas dan cuaca yang dinilai lebih mendukung dibandingkan siang hari.

“Paling kita jalur yang biasa tuh ke Dago sampai Simpang, turun lagi ke bawah, terus ke Vanda, ke Braga muter. Titiknya biasanya ngumpul di Saparua,” ucapnya.

Selain komunitas untuk dewasa, All Star juga memiliki kelas khusus anak-anak. Program tersebut ditujukan tidak hanya untuk belajar dasar inline skate, tetapi juga membina anak-anak yang ingin menekuni olahraga tersebut secara lebih serius hingga berprestasi.

Untuk kelas anak-anak, latihan dilakukan secara terjadwal dan berbayar, di antaranya di Lucky Square dan Trans Studio Mall (TSM). Sementara kegiatan komunitas dewasa dapat diikuti secara gratis.

Kresna menjelaskan, kegiatan All Star terbuka bagi siapa saja yang ingin belajar inline skate, termasuk mereka yang baru pertama kali mengenakan sepatu roda.

“Siapa pun yang suka main sepatu roda bisa datang,” katanya.

Kresna pun mengajak warga Bandung yang penasaran ingin mencoba olahraga inline skate untuk tidak ragu bergabung, termasuk mereka yang belum memiliki kemampuan dasar.

“Ayo, buat warga Bandung yang penasaran mau belajar sepatu roda dari awal, kita temenin, kita ajarin sampai bisa gogorolongan di jalan raya. Boleh gabung sama All Star Inline Skate,” ajaknya.

Hal itu juga dirasakan Rea, salah seorang anggota All Star Inline Skate Community sekaligus ibu rumah tangga yang baru sekitar dua bulan bergabung.

Rea mengaku ketika pertama kali bergabung, kemampuannya masih sebatas meluncur. Namun, setelah rutin mengikuti latihan bersama komunitas, ia merasakan adanya perkembangan.

“Dari bisa meluncur aja, tapi sisanya enggak bisa. Pas sudah gabung sini alhamdulillah ada kemajuan,” ujar Rea.

Ia memilih All Star karena merasakan suasana kekeluargaan yang kuat. Menurutnya, anggota komunitas juga saling membantu ketika melakukan rolling, terutama kepada peserta yang masih pemula.

“All Star itu kekeluargaan banget. Kalau ada rolling ke jalan, mereka saling bantu. Untuk yang beginner, mereka saling perhatian, enggak pilih-pilih, langsung semua dibantuin,” katanya.

Selain itu, bagi Rea, bermain inline skate juga menjadi alternatif aktivitas fisik sekaligus sarana melepas penat dari rutinitas pekerjaan.

“Senang banget, soalnya ada aktivitas fisik di luar kegiatan rutin tiap hari. Di luar pekerjaan kita perlu refreshing. Nah, itu refreshing banget,” tuturnya. (kyy)**

(Nellis)

  • Penulis: Suryo Sudharmo

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less