MAKASSAR, TEMPORATUR.COM
Asosiasi Pengusaha Bumiputera Nusantara Indonesia (ASPRINDO) secara resmi melantik kepengurusan Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Sulawesi Selatan periode 2025-2030, hasil perombakan pengurus dan penggantian Ketua DPW Sulsel yang meninggal dunia pada Maret 2026 lalu. Acara pelantikan berlangsung Minggu malam, 19 Juli 2026 di Hotel The Rinra Makassar, dihadiri ratusan pengusaha, akademisi, serta unsur Forkopimda, termasuk perwakilan dari Gubernur Sulawesi Selatan dan walikota Makassar.
Pelantikan dipimpin langsung Ketua Umum DPP ASPRINDO, Jose Rizal, didampingi Anggota Dewan Pembina DPP ASPRINDO, Prof. Dr. Jamaluddin Jompa, M.Sc., yang juga sekaligus Rektor Universitas Hasanuddin; serta Ketua Dewan Pakar DPP ASPRINDO, Prof. Dr. Didin S. Damanhuri.
Ketua Umum ASPRINDO dalam sambutannya menyatakan bahwa pertumbuhan ekonomi Sulawesi Selatan yang lebih tinggi dibanding pertumbuhan nasional menunjukkan bahwa Sulsel merupakan salah satu dapur ekonomi Indonesia.
“Pertanyaannya, seberapa besar kontribusi dan hasil ekonomi tersebut masuk ke kantong pengusaha ASPRINDO?”
Pelantikan pengurus, menurut Jose, bukan sekadar seremoni. Ini adalah deklarasi perang ekonomi. Perang melawan kemiskinan. Perang melawan mental ‘cukup’. Pengusaha ASPRINDO sudah saatnya turun ke sawah, ke laut, ke pabrik, menjemput kolaborasi dengan pemerintah.
Jose juga menyerukan agar pengusaha Bumiputera memaksimalkan sumber daya melalui pembangunan Kampung Industri. ASPRINDO harus membangun ekosistem tempur dengan bekerja sama, menyatukan sumber daya yang dimiliki. Ia mengingatkan pentingnya membangun kapasitas melalui teknologi, modal, dan branding agar produk-produk ASPRINDO, termasuk UMKM bisa menembus pasar internasional.
Sementara itu Dewan Pembina ASPRINDO, Prof. Dr. Jamaluddin Jompa mengingatkan agar pengusaha ASPRINDO berusaha untuk tumbuh bersama, saling menguatkan, dengan memelihara persaingan yang sehat, bekerja secara profesional. “Dunia akademik siap bersinergi dan bekerja sama dengan pengusaha. Banyak riset dari kampus yang bisa diimplementasikan di dunia usaha. Di kampus pun digalakkan entrepreneurship,” terangnya.
Ketua Dewan Pakar ASPRINDO, Prof. Dr. Didin S. Damanhuri menyatakan bahwa keberadaan ASPRINDO sangat strategik sebagai vehicle untuk menumbuhkan dan mengakselerasi pertumbuhan pengusaha pribumi. “Ini bukan soal dikotomi pribumi dan nonpri, tapi ini harus dilihat sebagai amanat konstitusi, pasal 33 UUD. Gerakan ASPRINDO bertujuan untuk menghapus ketimpangan di bidang ekonomi, di mana pertumbuhan ekonomi saat ini hanya dinikmati segelintir orang.”
Ketua DPW Asprindo Sulsel, Ir. Abu Hasan menyatakan siap menerima amanah dan arahan yang disampaikan Ketua Umum, Dewan Pembina, dan Dewan Pakar. Ia sudah menyiapkan 7 klaster program untuk DPW ASPRINDO Sulsel. “Insyaa Allah pengusaha ASPRINDO di daerah ini siap naik kelas dan membangun daya saing,” paparnya.
















