Diduga Dilindungi Oknum, Pengedar Pil Koplo di Cianjur Berani Beroperasi Terang-Terangan

Diduga Dilindungi Oknum, Pengedar Pil Koplo di Cianjur Berani Beroperasi Terang-Terangan

CIANJUR, — Temporatur.com || Lalu lintas di sepanjang Jalan Nasional 11, tepatnya di wilayah Mekarsari, Kecamatan Cianjur, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, setiap hari tak pernah benar-benar sepi. Lalulalang Kendaraan datang dan pergi, membawa manusia dengan berbagai tujuan. Namun di balik riuhnya arus kendaraan itu, masyarakat menyimpan keresahan yang perlahan berubah menjadi kemarahan.

Di salah satu sudut jalan strategis tersebut, praktik peredaran pil koplo berlangsung terang-terangan. Aktivitas yang semestinya menjadi target pemberantasan Aparat Penegak Hukum justru disebut-sebut berjalan tanpa hambatan berarti.

Seorang sumber yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan bahwa pengedar pil koplo di kawasan tersebut mengaku menyetor uang secara rutin kepada oknum berseragam aktif. Setoran itu disebut sebagai “uang bulanan” agar aktivitas peredaran obat keras ilegal tersebut tetap aman dari penindakan. “Kami tiap bulan ada setor. Biasa bos langsung yang antar ke “AMD”. Kalau saya hanya kerja saja bang,” ujar sumber tersebut kepada temporatur.com, Selasa (3/03).

Pil koplo, sebutan populer bagi obat keras tertentu yang disalahgunakan telah lama menjadi ancaman serius bagi masyarakat. Obat yang seharusnya berada dalam pengawasan medis ketat itu kerap dijual bebas oleh jaringan pengedar yang memanfaatkan lemahnya celah pengawasan.

Warga Mekarsari mengaku sudah lama mengetahui aktivitas tersebut. Namun mereka merasa tidak berdaya. Selain khawatir akan keselamatan, sebagian masyarakat juga merasa upaya pelaporan sering kali tidak berujung pada tindakan nyata. “Anak-anak muda sering datang beli. Kami resah, tapi mau bagaimana lagi,” kata seorang warga setempat yang identitasnya tidak mau disebutkan.

Keresahan itu kini berubah menjadi tuntutan terbuka. Sejumlah warga meminta aparat pemerintah dan penegak hukum turun tangan secara serius. Mereka juga berharap pimpinan daerah tidak menutup mata terhadap persoalan yang dinilai telah merusak lingkungan sosial.

Bacaan Lainnya

Masyarakat secara khusus meminta KDM mengambil langkah tegas untuk menertibkan praktik peredaran pil koplo tersebut serta menindak jika benar ada keterlibatan oknum aparat. “Kalau memang ada oknum yang bermain, harus dibongkar. Jangan sampai hukum kalah oleh setoran,” ujar Rinto SH yang juga sebagai pemerhati lingkungan.

Warga menilai, keberanian pengedar beroperasi di jalur nasional yang ramai menunjukkan adanya rasa aman yang tidak wajar. Kondisi itu dikhawatirkan akan memperluas peredaran obat keras ilegal dan semakin menjerat generasi muda.
Kini masyarakat menunggu jawaban dari aparat penegak hukum.

Di tengah hiruk pikuk kendaraan yang melintas di Jalan Nasional 11, Mekarsari, harapan warga sederhana. Yakni hukum hadir tanpa pandang seragam.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *