Breaking News
light_mode
Beranda » Nasional » Berita » Ironi Dua Kepala Daerah Muda: Terjerat OTT, Mengaku Tak Paham Aturan Pemerintahan

Ironi Dua Kepala Daerah Muda: Terjerat OTT, Mengaku Tak Paham Aturan Pemerintahan

  • account_circle Suryo S
  • calendar_month Kamis, 5 Mar 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Ironi Dua Kepala Daerah Muda: Terjerat OTT, Mengaku Tak Paham Aturan Pemerintahan

Jakarta – Temporatur.com

Dua pemimpin daerah yang tergolong muda, Bupati Pekalongan Fadia Arafiq dan Bupati Bekasi Ade Kuswara Kunang, kini mendekam di tahanan KPK. Menariknya, keduanya memberikan alasan serupa atas dugaan tindak pidana korupsi yang menjerat mereka kurang memahami prosedur birokrasi dan aturan pemerintah.

Fadia Arafiq: “Saya Musisi, Tak Paham Birokrasi”
Fadia terjaring OTT KPK di Semarang pada Selasa, 3 Maret 2026, saat sedang mengisi daya mobil listriknya.

Ia ditetapkan sebagai tersangka tunggal dalam korupsi pengadaan jasa outsourcing dan barang/jasa di Pemkab Pekalongan TA 2023–2026 dengan kerugian negara ditaksir mencapai Rp46 miliar.

Putri penyanyi dangdut legendaris A. Rafiq ini mengklaim bahwa latar belakangnya sebagai musisi/pedangdut membuatnya tidak memahami aturan hukum dan teknis pemerintahan, sehingga ia menyerahkan urusan tersebut sepenuhnya kepada bawahannya.

KPK menemukan pola “dari dia, untuk dia” di mana perusahaan keluarga (PT RNB) digunakan untuk memenangkan proyek, dengan aliran dana mengalir ke suami dan anak-anaknya.

Sementara itu Ade Kuswara Kunang: “Baru Menjabat, Belum Paham Celah”

Ade Kuswara ditangkap lebih awal pada 18 Desember 2025 bersama ayahnya, HM Kunang.

Terkait dugaan suap ijon proyek di Kabupaten Bekasi dengan nilai mencapai Rp14,2 miliar.

Saat pemeriksaan di Gedung Merah Putih KPK, Ade berdalih bahwa dirinya baru menjabat sekitar 9 bulan, sehingga belum banyak memahami seluk-beluk birokrasi dan tidak menyadari adanya celah hukum yang dimanfaatkan pihak lain.

Ade telah dinonaktifkan dari jabatannya dan terus menjalani pemeriksaan intensif terkait aliran dana ke berbagai pihak.

Kedua kasus ini memicu kritik publik terhadap kualitas kepemimpinan daerah yang mengandalkan popularitas atau pengaruh keluarga tanpa dibekali pemahaman mendalam atas tata kelola pemerintahan yang bersih.

(Red)

  • Penulis: Suryo S

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Momen Presiden Jokowi Bersepeda di Kawasan CFD Sudirman-Thamrin

    Momen Presiden Jokowi Bersepeda di Kawasan CFD Sudirman-Thamrin

    • calendar_month Minggu, 15 Jan 2023
    • account_circle Suryo S
    • 0Komentar

    Jakarta || Temporatur.com Presiden Joko Widodo menghabiskan waktu di pagi hari dengan bersepeda di kawasan hari bebas kendaraan bermotor atau car free day (CFD) Sudirman-Thamrin, Jakarta,Minggu,(15/1/2023). Sekira pukul 07.20 WIB. SelanjutnyaPolisi Harus Bisa Ungkap Dalang Dibalik Akun “Bekasi Masih Kusut”Dengan mengenakan kaus berwarna putih yang dipadukan dengan rompi berwarna biru dongker, Presiden Jokowi berangkat dari […]

  • Berikan Rasa Aman Kepada Masyarakat, Kapolsek Sukatani Pimpin Operasi Kejahatan Jalanan di Titik Rawan Kriminalitas

    • calendar_month Senin, 25 Nov 2024
    • account_circle Suryo S
    • 0Komentar

    Berikan Rasa Aman Kepada Masyarakat, Kapolsek Sukatani Pimpin Operasi Kejahatan Jalanan di Titik Rawan Kriminalitas

  • Riset Terbaru: Bisnis B2B di Indonesia Belum Optimalkan Social Media

    • calendar_month Senin, 25 Nov 2024
    • account_circle Suryo S
    • 0Komentar

    Riset Terbaru: Bisnis B2B di Indonesia Belum Optimalkan Social Media

  • Pemkot Cimahi Fokuskan Bantuan Sosial dan Pemberdayaan Ekonomi bagi Warga Rentan ‎

    • calendar_month Jumat, 29 Mei 2026
    • account_circle Suryo Sudharmo
    • 0Komentar

    Temporatur.Com ‎‎CIMAHI – Pemerintah Kota (Pemkot) Cimahi melalui Dinas Sosial Kota Cimahi melaksanakan kunjungan rumah (home visit) sekaligus penyerahan bantuan sosial (bansos) kepada Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS) yang mengalami kerentanan ekonomi di Kecamatan Cimahi Tengah, Jumat (29/5/2026). ‎Dalam kegiatan tersebut, Wali Kota Cimahi, Ngatiyana, menyerahkan bantuan secara simbolis kepada dua penerima manfaat, yakni Ibnu […]

  • Keterangan: Pemdes Srijaya Gelar Musdesus Pembentukan Koperasi Merah Putih

    Pemdes Srijaya Gelar Musdesus Pembentukan Koperasi Merah Putih

    • calendar_month Jumat, 25 Apr 2025
    • account_circle Suryo S
    • 0Komentar

    Pemdes Srijaya Gelar Musdesus Pembentukan Koperasi Merah Putih

  • Tingkatkan Partisipasi Masyarakat di Pilkada DPRD Mendorong KPUD Kabupaten Bekasi Maksimalkan Sosialisasi

    • calendar_month Minggu, 17 Nov 2024
    • account_circle Suryo S
    • 0Komentar

    *Tingkatkan Partisipasi Masyarakat di Pilkada DPRD Mendorong KPUD Kabupaten Bekasi Maksimalkan Sosialisasi*

    Kabupaten Bekasi – Temporatur.com

    DPRD Kabupaten Bekasi, mendorong Komisi Pemilihan Umum KPUD Kabupaten Bekasi meningkatkan sosialisasi terkait Pilkada 2024.

    Dengan dukungan hibah pemerintah daerah sebesar Rp. 117 miliar, diharapkan KPU dapat mengoptimalkan setiap tahapan dalam pesta demokrasi lima tahunan ini, termasuk sosialisasi mengenai visi dan misi masing-masing kandidat.

    Muhtada Sobirin, Anggota Komisi I DPRD Kabupaten Bekasi, menyatakan bahwa masih banyak masyarakat yang belum mengetahui visi dan misi calon bupati dan wakil bupati yang akan bertarung pada Pilkada serentak 2024, ujarnya.pada Sabtu 16/11/2024.

    Dia mengajak KPUD Kabupaten Bekasi untuk terus menggalakkan sosialisasi agar masyarakat dapat aktif menggunakan hak suara mereka pada 27 November mendatang, imbuhnya.

    Selain memanfaatkan media cetak, elektronik, dan daring, sosialisasi juga dapat dilakukan dengan memasang papan informasi visi dan misi pasangan calon di lokasi-lokasi strategis yang sering dikunjungi masyarakat. Gambar pasangan calon dan visi misinya perlu dipampang, bahkan sampai tingkat RT/RW untuk mencapai partisipasi maksimal dari masyarakat.

expand_less