Dapur MBG Kangayan Jadi “Zona Tertutup”, Ketua BPD Ditilolak Saat Hendak Cek Gizi Siswa

Dapur MBG Kangayan Jadi “Zona Tertutup”, Ketua BPD Ditilolak Saat Hendak Cek Gizi Siswa
Keterangan foto : Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Kangayan, Pongly

Dapur MBG Kangayan Jadi “Zona Tertutup”, Ketua BPD Ditilolak Saat Hendak Cek Gizi Siswa

SUMENEP, -Temporatur.com 

Keberadaan Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) Cendekia Waskita di Desa Kangayan, Kecamatan Kangayan, Kabupaten Sumenep, mulai menuai sorotan tajam.

Pasalnya, operasional dapur yang dinilai tertutup tersebut memicu berbagai spekulasi dan keluhan dari masyarakat setempat.

Kecurigaan warga semakin menguat setelah Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Kangayan, Pongly, mendapatkan perlakuan kurang menyenangkan saat mencoba melakukan kunjungan silaturahmi sekaligus klarifikasi ke lokasi dapur tersebut.

Bukannya disambut baik, Pongly justru dilarang masuk oleh petugas setempat.

Bacaan Lainnya

“Saya sangat kecewa dengan sikap Kepala Dapur MBG Cendekia Waskita. Kedatangan saya tidak diperbolehkan, bahkan terkesan diperlakukan secara tidak manusiawi. Padahal niat saya ingin bersilaturahmi dan meluruskan isu yang berkembang di masyarakat,” ujar Pongly kepada awak media.

Pongly menjelaskan bahwa langkah klarifikasi ini diambil sebagai tindak lanjut atas aduan warga terkait kualitas menu yang disajikan. Muncul dugaan bahwa makanan yang didistribusikan kepada siswa tidak memenuhi standar kelayakan dan gizi sebagaimana instruksi pemerintah.

“Ada isu bahwa menu yang disajikan tidak sesuai standar operasional prosedur (SOP) dan anggaran yang dialokasikan.

Sebagai Ketua BPD, saya berkepentingan memastikan program pemerintah ini berjalan tepat sasaran demi pemenuhan gizi anak-anak di desa kami,” tambahnya.

Selain masalah gizi, isu mengenai pengelolaan limbah dapur yang dikhawatirkan mencemari lingkungan juga menjadi poin yang ingin diklarifikasi oleh pihak BPD.

Namun, sikap bungkam dan penolakan dari pihak pengelola dapur justru memperkeruh suasana.
Pongly mengaku sempat menghubungi Kepala Dapur melalui pesan singkat (WhatsApp) namun tidak mendapatkan respon. Ia bahkan sempat berkoordinasi dengan Komandan Pos Ramil Kangayan, Agus, yang menyarankan agar tetap dilakukan pertemuan langsung untuk meredam isu agar tidak meluas.

“Larangan menemui pihak pengelola ini menimbulkan asumsi negatif. Jika memang pengelolaan suplemen gizi gratis ini sesuai SOP, mengapa harus takut ditemui? Seharusnya jika transparan, kami dari BPD bisa menjadi garda terdepan dalam memberi pemahaman kepada wali murid jika ada isu yang salah,” tegas Pongly.

Ia menduga adanya ketakutan dari pihak pengelola untuk memberikan penjelasan karena menyadari adanya ketidaksesuaian dalam pelaksanaan program MBG tersebut.

Hingga berita ini diturunkan, pihak pengelola Dapur MBG Cendekia Waskita Desa Kangayan belum memberikan keterangan resmi terkait penolakan tersebut.

Reporter: Faisol

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *