Anggaran Relise, Advetorial Media Online dan Cetak Tahun 2024 di Dinas Komunikasi dan Informasi Kota Depok Mengerikan
Korupsi berdampak buruk pada perekonomian sebuah negara. Ada banyak cara orang untuk tahu tingkat korupsi sebuah negara , salah satunya lewat indeks Persepsi Korupsi ( IPK).
Tindakan korupsi juga mampu memindahkan sumber daya publik ke tangan para koruptor ,akibatnya uang anggaran pemerintah jadi lebih sedikit , ujung ujung nya rakyat miskin tidak akan mendapatkan kehidupan yang layak , pendidikan yang baik atau fasilitas kesehatan yang mencukupi.
Korupsi dianggap sebuah kejahatan luar biasa karena memiliki dampak yang masif dalam jangka pendek maupun jangka panjang.tidak hanya merugikan negara, tapi korupsi juga menyengsarakan rakyat di dalamnya.dampak korupsi di berbagai bidang bisa dirasakan sendiri oleh kita semua.
Memberantas Korupsi adalah harga mati untuk Indonesia yang lebih baik dimasa depan termasuk yang di dalamnya terjadi di Dinas Komunikasi dan Informasi Kota Depok , pasalnya anggaran Relise ,Advetorial tahun 2024 untuk media online dan cetak sangat Fantastik .
Terkait hal ini Ketua LSM Bara Api Kota Depok Leo Edward, SH mengatakan bahwa lembaganya telah melayangkan surat konfirmasi kepada Kadis Kominfo Kota Depok atas anggaran untuk media yang dikeluarkan Diskominfo tahun 2024.
Anggaran yang di duga syarat KKN tersebut merupakan Advetorial Media online lokal Rp 360.000.000,- per tahun , Relise Rp 90.000.000,- / tahun, Advetorial Media cetak lokal Rp 684.000.000,- / tahun, Advetorial Media online Nasional Rp 175.000.000,- / tahun, jelas Leo.
Padahal untuk media cetak lokal dan media online Nasional yang terbit hanya beberapa media, dan temen temen media paling Hanya mendapatkan berita berupa Relise dari Diskominfo , ujar Leo.
Hasil investigasi yang kami dapat Relise yang didapat rekan rekan wartawan paling 3 sampai 4 kali terbit pertahunnya dengan anggaran Rp 500.000,- per media, itupun harus bergantian untuk mendapatkan relisenya, ujar Leo.
Untuk media yang terdaftar di Diskominfo kota Depok sekitar 150 , itupun masih banyak media Depok yang tidak terdaftar dan tidak pernah mendapatkan relise dari Diskominfo , tutur Leo.
(Riz)















