Dugaan Nepotisme Perekrutan Pegawai di Perumda Tirta Bhagasasih Nama Dirum Ikut Terseret

Dugaan Nepotisme Perekrutan Pegawai di Perumda Tirta Bhagasasih Nama Dirum Ikut Terseret
Keterangan foto : Politisi Partai Hanura, Agus Nur Hermawan,

Dugaan Nepotisme Perekrutan Pegawai di Perumda Tirta Bhagasasih Nama Dirum Ikut Terseret

BEKASI – Temporatur. com

Aroma busuk dugaan nepotisme menyengat di tubuh Perumda Tirta Bhagasasi. Politisi Partai Hanura, Agus Nur Hermawan, membongkar praktik lancung dalam penerimaan pegawai baru yang menyeret nama Direktur Umum (Dirum), Daud Husin.

Agus menuding Daud Husin telah mengangkangi prosedur resmi dengan memprioritaskan “orang dalam” dan lingkaran terdekatnya, ketimbang calon pegawai yang telah dinyatakan lulus tes murni.

Skandal ini mencuat setelah sejumlah calon pegawai yang telah mengikuti rangkaian tes dan wawancara sejak Desember 2025 tak kunjung dipanggil untuk bekerja. Ironisnya, posisi tersebut justru diisi oleh wajah-wajah baru yang diduga masuk lewat jalur belakang.

“Ada yang sudah ikut tes dan interview Desember 2025 lalu, bahkan sebelumnya juga ada, tapi sampai saat ini tidak dipanggil. Justru yang diterima adalah mereka yang baru dites dan belakangan diketahui sebagai titipan serta orang di circle Direktur Umum Daud Husin,” cetus Agus kepada Temporatur.com Rabu 25/2/2026.

Bacaan Lainnya

Tabrak Moratorium dan Abaikan Direktur Utama

Tak hanya dugaan nepotisme, sambung Agus’, Daud Husin juga dituding bertindak arogan dengan mengabaikan kebijakan moratorium yang ditetapkan Plt Bupati Bekasi. Tindakan ini dinilai sebagai pembangkangan terhadap otoritas pimpinan daerah.

Lebih mencengangkan, Agus menyebut bahwa proses rekrutmen “jalur gelap” ini diduga dilakukan tanpa sepengetahuan Direktur Utama Perumda Tirta Bhagasasi.

“Daud juga tidak mengindahkan moratorium Plt Bupati Bekasi, bahkan yang saya dengar, penerimaan pegawai ini tanpa diketahui Direktur Utama.
Kok Dirum bersikap seperti ‘raja kecil’ di Perumda?” sindir Agus tajam.

Citra Perusahaan Dipertaruhkan

Agus memperingatkan bahwa jika praktik ini dibiarkan, citra Perumda Tirta Bhagasasi sebagai perusahaan milik daerah akan hancur di mata publik. Kualitas pelayanan terancam merosot jika sumber daya manusia yang direkrut hanya berdasarkan kedekatan, bukan kompetensi.

“Ini sudah tidak benar, calon pegawai yang lulus dengan nilai baik harus kalah oleh nepotisme. Apa perlu saya minta memo dari seluruh anggota dewan untuk mempertanyakan ini secara resmi?” pungkasnya, seperti dikutip dari Faktabekasi.
.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Direktur Umum Perumda Tirta Bhagasasi belum memberikan keterangan resmi terkait tudingan serius yang dilemparkan oleh politisi Hanura tersebut.

(Red)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *