Bupati Sumenep, dan Pemerintahan Desa Monitoring Ke Ibu Kota Nusantara (IKN) Kalimantan Timur

Bupati Sumenep, dan Pemerintahan Desa Monitoring Ke Ibu Kota Nusantara (IKN) Kalimantan Timur
Foto : Potret Buram hasil kegiatan Kepala Desa kab. Sumenep, di IKN lewat unggahan Tiktok Kepala Desa Tamba Agung Barat Ambunten Sumenep

Bupati Sumenep, dan Pemerintahan Desa Monitoring Ke Ibu Kota Nusantara (IKN) Kalimantan Timur

Temporaratur.com  – Sumenep

Pemerintah Kab. Sumenep, dibawah kepemimpinan Dr, H. Achmad Fauzi Wongsojudo, SH, MH semakin luar biasa, selalu menemukan celah untuk menghabiskan anggaran dalam setiap tahunnya.

Kegiatan study Tiru itu dilakukan dengan kajian yang sangat baik, terlihat dari beberapa Pejabat pemerintahan yang ikut serta ke IKN itu seperti pihak Kecamatan yang ada di Kab. Sumenep.

Namun, informasi yang berkembang, tidak adanya tekanan dan paksaan bagi Kepala Desa untuk ikut serta dalam kegiatan di IKN. Hanya saja, Jika tidak ikut tetap diwajibkan untuk membantu dan berpartisipasi atau diwakilkan.

Pengakuan salah satu kepala Desa yang ditemui reporter Temporatur.com, disalah satu kegiatan di Desa yang tidak ikut serta dalam kegiatan Study Tiru ke Ibu Kota Nusantara (IKN) Kalimantan Timur.

Bacaan Lainnya

Pihaknya mengatakan, jika kegiatan itu bersifat Mubazir, sebab di Desa itu masyarakatnya hanya butuh pelayanan, ” Mohon maaf ya, skopnya Desa, bukan Kabupaten”. Tegasnya

Diakui atau tidak, transportasi yang digunakan untuk kegiatan Study Tiru ke IKN itu sangat fantastis dan mencapai Milliyaran rupiah, bayangkan saja, di Kabupaten Sumenep ada 27 Kecamatan 330 Desa dan 4 Kelurahan, dengan taksiran pembiayaan 10 Juta perkepala.

Bahkan, terendus kabar lain, kalau nominal keberangkatan ke IKN itu perkepala sampai diangka 11.500. juta perkepala yang dikoordinir oleh pihak Kecamatan setempat.

Disoal terkait anggaran transportasi ke IKN itu, Kades tidak memberikan tanggapan, takut menimbulkan fitnah bersama, bahkan dituding jika kegiatan itu diambil dari dana DD dan ADD, dia memilih bungkam dan memilih tidak berkomentar.

Kepala DPMD Kab. Sumenep, Anwar Syahroni mengelak kejaran Media, dan tidak mau di konfirmasi terkait kegiatan rutin tahunan kepala Desa yang menggelar acara kegiatan keluar kota.

Untuk diketahui, sejumlah Kepala Desa pernah Study Banding ke Bandung Jawa Barat, dan tahun ini perjalanan Study Tiru ke Ibu Kota Nusantara, (IKN).

Publik menilai, kegiatannya yang sangat luar biasa dan pencapaiannya yang sangat biasa. Hal ini terlihat dari unggahan Tiktok Kepala Desa Tamba Agung Barat, Syamsul.

Sungguh sangat luar biasa, Kepemimpinan Bupati Kab. Sumenep dalam mencetak angka kemiskinan dan pengangguran di Kab. Sumenep semakin unggul,

Hal ini, di duga kuat, Dana transportasi ke IKN itu menggunakan dana Desa yang semestinya dialokasikan ke Desa, justru dihabiskan untuk kegiatan yang hanya bersifat seremonial saja.

Pertanyaannya, apakah di Sumenep tidak bisa menggelar kegiatan serupa, kemudian dana Milliyaran itu di perbantukan untuk pembangunan Desa melalui anggaran APBD pemerintah Kab. Sumenep. (Moh. Anwar)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *