Warga Keluhkan Bau Busuk Tumpukan Sampah Disasak Bali

Warga Keluhkan Bau Busuk  Tumpukan Sampah Disasak Bali
Dok. Temporatur

Warga Keluhkan Bau Busuk Tumpukann Sampah Disasak Bali

BEKASI – Temporatur.com

Bau busuk menyengat akibat tumpukan sampah di Jembatan Sasak Bali, Kampung Kobak Buaya, Desa Sukamanah, Kecamatan Sukatani, Kabupaten Bekasi, kini menjadi keluhan utama warga. Pasalnya, limbah yang tersangkut di kolong jembatan tersebut sudah dibiarkan menumpuk selama hampir satu bulan.

Wakil Ketua BPD Desa Sukamanah, Qiray, mengungkapkan bahwa sumbatan sampah di lokasi ini merupakan masalah kronis yang kerap terjadi. Namun, kali ini pembiaran berlangsung cukup lama sehingga mengganggu kenyamanan dan kesehatan lingkungan.

“Sudah hampir satu bulan sampah tersebut dibiarkan menumpuk. Baunya sangat menyengat dan sangat mengganggu pernapasan warga sekitar,” ujar Qiray dalam keterangannya. Jumat, 6/2/2026.

Mendesak Penanganan dari DLH dan DSDABMBK Kabupaten Bekasi

Bacaan Lainnya

Terkait kondisi ini, Qiray melayangkan desakan kepada dua instansi Pemerintah Kabupaten Bekasi untuk segera bertindak:

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bekasi

Diharapkan segera melakukan pengangkutan sampah secara menyeluruh. Bagi warga yang ingin memantau respons keluhan serupa, dapat mengakses informasi di Situs Resmi Pemkab Bekasi.

Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga, dan Bina Konstruksi (DSDABMBK): Khususnya Bidang Pembangunan Jembatan, diminta untuk mengkaji ulang struktur jembatan.

Struktur Jembatan Jadi Kendala Utama

Menurut Qiray, akar permasalahan dari seringnya sampah tersangkut adalah adanya tiang penyangga di tengah jembatan. Tiang tersebut berfungsi bak jaring yang menangkap material sampah yang hanyut dari hulu sungai.

“Saat dibangun, jembatan ini masih menggunakan tiang tengah, makanya sampah sering nyangkut. Kami berharap dinas segera mencarikan solusi teknis agar masalah ini tidak terus berulang,” pungkasnya.

Warga kini menunggu aksi cepat dari pemerintah daerah guna memulihkan kualitas udara dan kebersihan aliran air di wilayah mereka.

(M2)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *