Kolaborasi  Inklusi : Portadin dan Pemerintah Susun Panduan Orang Tua Anak Disabilitas

Kolaborasi  Inklusi : Portadin dan Pemerintah Susun Panduan Orang Tua Anak Disabilitas
Keterangan foto: pendidikan inklusif di Indonesia. Perkumpulan Penyandang Disabilitas dan Keluarga Indonesia (Portadin), melalui Ketua Bidang Pendidikan dan Pengembangan, Nefrijanti, turut hadir dalam forum yang digelar Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) bekerja sama dengan sejumlah kementerian dan lembaga masyarakat (4 Agustus 2025)

Kolaborasi  Inklusi : Portadin dan Pemerintah Susun Panduan Orang Tua Anak Disabilitas

Jakarta – Temporatur.com

Ruang Pinus, Hotel Whiz Point Square, Jakarta, menjadi saksi pertemuan penting yang menegaskan komitmen bersama untuk memajukan pendidikan inklusif di Indonesia. Perkumpulan Penyandang Disabilitas dan Keluarga Indonesia (Portadin), melalui Ketua Bidang Pendidikan dan Pengembangan, Nefrijanti, turut hadir dalam forum yang digelar Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) bekerja sama dengan sejumlah kementerian dan lembaga masyarakat (4 Agustus 2025)

 

Agenda utama kegiatan ini adalah memfinalisasi Buku Saku Panduan bagi Orang Tua Anak Penyandang Disabilitas, yang dirancang sebagai pedoman praktis dalam deteksi dini dan pendampingan anak berkebutuhan khusus.

“Panduan ini diharapkan menjadi referensi yang dapat diandalkan oleh orang tua, pendidik, pemerhati, relawan, hingga pembuat kebijakan,” ujar Nefrijanti. “Dengan informasi yang tepat, kita bisa memberikan intervensi sejak awal sehingga anak-anak penyandang disabilitas memiliki kesempatan lebih besar untuk berkembang mandiri dan berdaya.”

Bacaan Lainnya

Buku ini disusun untuk menjawab kesenjangan informasi di lapangan sekaligus memberikan panduan langkah-langkah praktis bagi pendampingan sejak usia dini. Penyusunan panduan ini juga merujuk pada landasan hukum, salah satunya Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, yang menegaskan hak setiap warga negara untuk memperoleh pendidikan tanpa diskriminasi.

Kegiatan ini tidak hanya menjadi ruang koordinasi antar pihak, tetapi juga menjadi momentum ajakan untuk membangun sinergi bersama demi mewujudkan sistem pendidikan yang inklusif, ramah, dan adil bagi seluruh anak di Indonesia.

RED

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *