Setelah 15 Tahun Hilang Kontak, TKW Asal Lebak Hubungi Keluarga Lewat Media

Setelah 15 Tahun Hilang Kontak, TKW Asal Lebak Hubungi Keluarga Lewat Media
Dok.foto Istimewa

Setelah 15 Tahun Hilang Kontak, TKW Asal Lebak Hubungi Keluarga Lewat Media

TEMPORATUR.COM, LEBAKAsmah, Tenaga Kerja Wanita TKW asal Kecamatan Cigemblong, Kabupaten Lebak, Banten, akhirnya berhasil menghubungi keluarganya setelah 15 tahun hilang kontak. Kontak tersebut terjalin melalui media online Radar Bhayangkara Indonesia pada Selasa (22/7/2025).

Anak sulung pasangan Abah Jahid dan Ibu Salimah ini mengaku kehilangan kontak sejak 2012 saat bekerja di Suriah. Konflik di Suriah menyebabkan hilangnya identitas dan nomor kontak keluarganya. Setelah 15 tahun mencari informasi melalui media sosial, Asmah menemukan berita tentang orang tuanya di Radar Bhayangkara Indonesia dan langsung menghubungi redaksi.

“Saya membaca berita di Radar Bhayangkara Indonesia. Saya yakin itu orang tua saya, dan langsung menghubungi redaksi,” kata Asmah melalui pesan WhatsApp.

Redaksi Radar Bhayangkara Indonesia kemudian berkoordinasi dengan Kepala Perwakilan Jawa Barat dan Biro Jawa Barat untuk membantu Asmah menghubungi keluarganya.

Sebelumnya, pada September 2023, Abah Jahid dan Ibu Salimah telah mengutarakan keprihatinan mereka kepada Radar Bhayangkara Indonesia terkait hilangnya Asmah sejak ia berangkat menjadi TKW ke Arab Saudi pada 2009. Mereka mengungkapkan kesedihan dan harapan untuk bertemu kembali dengan anak sulung mereka.

Bacaan Lainnya

Abah Jahid menuding H. Pepen, sponsor TKW yang beralamat di Kecamatan Cigemblong, Kabupaten Lebak, bertanggung jawab atas hilangnya kontak dengan Asmah. Ia menjelaskan Asmah berangkat ke Arab Saudi dalam kondisi di bawah umur dan tanpa dokumen lengkap, semua dijanjikan diurus oleh H. Pepen.

“Saya berharap pemerintah, khususnya Presiden Prabowo Subianto, Kapolri, dan Kapolda Banten, dapat membantu menemukan Asmah dan memproses H. Pepen,” harap Abah Jahid.

Berkat bantuan wartawan Radar Bhayangkara Indonesia Perwakilan Jawa Barat, Sukaria dan Eric, diharapkan Asmah dapat segera berkomunikasi dan kembali berkumpul dengan keluarganya.

Sumber: radarbhayangkaraindonesia

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *