Dedi Mulyadi: Lebih Baik Jadi Gubernur Konten Daripada Gubernur Molor Dan Habiskan Anggaran Jalan-jalan ke Luar Negeri
Dalam sebuah acara di Rindam Siliwangi, Dedi Mulyadi kembali mencuri perhatian publik dengan pernyataan tajam dan langkah konkret. Ia memberikan bonus sebesar Rp 25 juta kepada setiap siswa Dodik Barak Militer Rindam Siliwangi yang telah berhasil menjadi Paskibra dalam waktu 18 hari.
Langkah ini dilakukan dalam rangka memperingati Kebangkitan Nasional Indonesia. Dedi menyebut program ini sebagai bentuk nyata dari kontribusi sosial melalui apa yang ia istilahkan sebagai “ladang ngonten”.
“Orang sering tanya ke saya, ‘Pak Dedi, duitnya dari mana?’. Habis itu malah dipermasalahkan. Tapi saya pikir, lebih baik jadi gubernur konten yang punya duit untuk rakyat daripada jadi gubernur molor. Bener, kan?” ujar Dedi di tengah gelak tawa audiens.
Ia juga menyinggung gaya kepemimpinan yang menurutnya hanya menghabiskan anggaran untuk hal tidak produktif. “Daripada gubernur tidur, gubernur protokoler, gubernur ingin dihargai, atau gubernur yang jalan-jalan ke luar negeri pakai anggaran rakyat, mending jadi gubernur yang nyata manfaatnya,” tegasnya.
Pernyataan Dedi ini menuai beragam respons, terutama di media sosial. Sebagian besar warganet memuji langkahnya yang dianggap memberi manfaat langsung kepada masyarakat. Sementara itu, tak sedikit pula yang menilai komentarnya sebagai sindiran tajam terhadap gaya kepemimpinan yang dinilai tidak efektif.
Dengan gaya khasnya, Dedi Mulyadi kembali membuktikan bahwa tindakan nyata lebih bernilai daripada sekadar simbol atau formalitas belaka. “Yang penting rakyat merasa manfaatnya, bukan sekadar protokoler,” tutupnya.
(ER)















